Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Faktor-faktor Ini yang Pengaruhi Harga Emas Anjlok Drastis, Gara-gara Libur Imlek?

M. Ainul Budi • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi Emas Batangan
Ilustrasi Emas Batangan

RADAR JEMBER - Penurunan tajam harga emas pada Jumat, 13 Februari 2026, cukup mengejutkan pasar setelah emas sempat bertahan di level tertinggi historisnya.

Harga Antam anjlok Rp43.000 ke level Rp2.904.000 per gram, sementara emas dunia terkoreksi hingga lebih dari 3%.

Berikut adalah analisa mendalam mengenai penyebab utama di balik penurunan ini:

1. Data Tenaga Kerja AS yang Terlalu Tangguh

Pemicu utama pelemahan harga emas global adalah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (Non-Farm Payrolls dan Jobless Claims) yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar.

Efeknya: Ekonomi yang solid memberikan alasan bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).

Dampaknya ke Emas: Emas adalah aset yang tidak memberikan bunga. Ketika prospek pemangkasan suku bunga menjauh, daya tarik emas menurun dibandingkan aset seperti obligasi atau dolar AS.

2. Faktor "Kevin Warsh" & Kurs Dolar AS

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh dinamika politik di AS, khususnya terkait suksesi kepemimpinan The Fed. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed yang dianggap lebih hawkish (mendukung suku bunga tinggi) oleh Presiden Donald Trump memicu reli pada indeks Dolar AS (DXY).

Emas dihargai dalam dolar; ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global pun terkoreksi.

3. Aksi Ambil Untung (Profit Taking) Masif

Setelah reli panjang sepanjang Januari hingga awal Februari 2026 yang sempat menembus angka psikologis $5.000 per ons, para investor besar mulai melakukan aksi jual untuk merealisasikan keuntungan (profit taking).

Penurunan di bawah level $5.000 memicu perintah jual otomatis (stop-loss) di pasar berjangka, yang mempercepat jatuhnya harga dalam waktu singkat.

4. Dampak Musiman: Libur Imlek di China

China adalah konsumen emas fisik terbesar di dunia.

Mulai 13 Februari 2026, pasar China memasuki masa libur Tahun Baru Imlek (Lunar New Year) hingga 24 Februari.

Selama periode ini, aktivitas perdagangan di bursa emas Shanghai terhenti sementara. Berkurangnya permintaan fisik dari China di pasar spot memberikan ruang bagi harga untuk bergerak turun akibat tekanan jual di pasar Barat.

Editor : M. Ainul Budi
#harga emas turun #PASAR EMAS #emas antam #libur imlek #IMLEK #Pegadaian #investasi #harga emas hari ini #harga emas