Radar Jember - Harga emas dunia kini tengah menjadi sorotan tajam setelah memasuki tren volatilitas tinggi yang diperkirakan mampu mengubah perilaku investor secara drastis.
Berdasarkan data terbaru, harga emas spot melonjak 1,93% ke level US$ 5.056,66 per troy ons, sementara kontrak berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2% di posisi US$ 5.079,40 per troy ons.
Meski sempat melemah di bawah level psikologis US$ 5.000 pekan lalu, analis logam mulia di Heraeus melihat ada dinamika pasar yang tidak biasa di balik pergerakan ini.
Anomali Pasar dan Pelepasan Posisi Leverage
Para analis mencatat adanya ketidakseimbangan antara kenaikan harga emas dengan pergerakan indeks dolar dalam satu dekade terakhir.
Fenomena penurunan tajam yang sempat terjadi pekan lalu diduga kuat dipicu oleh faktor teknis di pasar berjangka.
“Harga emas telah naik 5 kali lipat dalam 10 tahun tetapi indeks dolar berada pada level yang sama seperti pada tahun 2015. Dengan penurunan harga yang begitu tajam, kemungkinan ada unsur pelepasan posisi leverage, dengan stop loss yang tercapai dan persyaratan margin yang meningkat. Bursa masih menaikkan persyaratan margin untuk posisi berjangka," ungkap para analis di Heraeus, dikutip dari laman Investor, Selasa (10/2/2026).
Proyeksi: Rekor Baru Masih Jauh dari Jangkauan?
Walaupun emas menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dibandingkan logam mulia lainnya, stabilitas harga diprediksi masih akan goyah dalam beberapa bulan ke depan.
Heraeus memperingatkan investor untuk bersiap menghadapi fluktuasi yang lebih lebar.
“Minggu lalu harga emas pulih lebih kuat daripada logam mulia lainnya, memulihkan lebih dari 50 persen penurunan, tetapi pemulihan tersebut memudar di akhir minggu,” para analis mencatat.
Lebih lanjut, euforia pasar yang berlebihan dinilai perlu diredam sebelum emas mampu mencetak rekor baru.
“Kemungkinan besar rekor tertinggi baru tidak akan tercapai dalam waktu dekat karena kemungkinan besar akan membutuhkan waktu berbulan-bulan, bukan berminggu-minggu, untuk meredakan antusiasme berlebihan yang mendorong harga emas naik begitu jauh dan begitu cepat,” tambah mereka.
Jika tren pelemahan kembali berlanjut, analis di Heraeus memproyeksi harga emas memiliki ruang koreksi yang cukup dalam, bahkan berpotensi merosot hingga ke kisaran US$ 4.400 per troy ons.
Editor : Imron Hidayatullahh