Radar Jember – Emas masih menjadi primadona instrumen investasi bagi masyarakat Indonesia karena sifatnya yang safe haven atau tahan terhadap inflasi.
Namun, sering muncul perdebatan di kalangan masyarakat: lebih baik membeli emas perhiasan atau emas batangan (Logam Mulia) untuk simpanan masa depan?
Meskipun keduanya sama-sama bernilai, pakar keuangan mengingatkan adanya perbedaan mendasar pada mekanisme keuntungan.
Emas perhiasan memang memiliki fungsi ganda sebagai penunjang penampilan, namun secara matematis, nilainya sering kali tergerus oleh biaya tambahan.
Biaya Produksi Jadi Penghambat
Salah satu alasan utama mengapa emas perhiasan kurang efisien untuk investasi adalah adanya "biaya bikin".
Saat membeli kalung atau cincin, konsumen tak hanya membayar berat emas.
Namun, juga jasa pengerjaan perajin yang berkisar antara 10 hingga 20 persen.
Sayangnya, saat dijual kembali, toko emas umumnya hanya menghitung berat emas murni dan mengabaikan ongkos pembuatan tersebut.
Selisih Harga (Spread) yang Berbeda
Logam Mulia (LM) seperti produksi Antam atau UBS memiliki selisih harga jual dan harga beli (buyback) yang lebih transparan dan relatif kecil.
Sebaliknya, emas perhiasan memiliki spread yang lebih lebar.
Belum lagi risiko penurunan kadar emas akibat pemakaian sehari-hari akibat terkena zat kimia seperti parfum atau deterjen.
Strategi Tetap Cuan dengan Perhiasan
Meski dianggap kurang ideal untuk investasi murni, emas perhiasan bukan berarti merugikan.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sambil bergaya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan:
- Pilih Kadar Tinggi: Utamakan perhiasan dengan kadar di atas 17 Karat atau emas tua.
- Jangka Panjang: Simpan minimal di atas 5 tahun agar kenaikan harga emas dunia mampu menutup biaya produksi saat awal pembelian.
- Simpan Nota Pembelian: Ini adalah syarat mutlak agar potongan harga saat menjual kembali tidak terlalu besar.
Kesimpulannya, jika fokus Anda adalah pertumbuhan nilai aset yang maksimal, Logam Mulia 24 karat tetap menjadi pemenangnya.
Namun, jika Anda mencari kepuasan psikologis dan fungsi estetika, emas perhiasan bisa menjadi alternatif tabungan darurat yang praktis.
Editor : Imron Hidayatullahh