RADAR JEMBER - Penurunan harga di pasar global dipicu oleh beberapa faktor kunci:
Penguatan Dolar AS: Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguat, mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.
Likuidasi Aset: Banyak investor melakukan aksi jual (profit taking) untuk menutupi kerugian di pasar saham menyusul gejolak pada sektor teknologi AI di Amerika Serikat.
Sentimen Geopolitik: Ketegangan global sedikit mereda setelah adanya pengumuman rencana pembicaraan nuklir antara AS dan Iran di Oman, yang mengurangi status emas sebagai safe haven untuk sementara.
Catatan Investasi: Meskipun terjadi koreksi jangka pendek, para analis dari JP Morgan dan lembaga keuangan global lainnya tetap memprediksi tren bullish untuk emas di sepanjang tahun 2026, dengan target harga global yang bisa menembus ambang batas baru jika inflasi terus membayangi.
Berbeda dengan Antam fisik yang stabil, harga emas di beberapa platform lain menunjukkan variasi:
Pegadaian: Harga emas Antam tercatat sekitar Rp3.241.000/gram (tergantung stok dan biaya margin), sementara emas UBS berada di kisaran Rp2.999.000/gram.
Treasury: Mengalami penurunan signifikan sebesar Rp41.306, membawa harga ke level Rp2.727.611/gram.
Sementara itu, harga buyback (beli kembali oleh Antam) berada di level Rp2.720.000 per gram.
Editor : M. Ainul Budi