radar jember - Harga emas Antam kembali mencetak prestasi baru dengan menembus angka yang mengesankan. Hari ini, logam mulia ini ditawarkan seharga Rp2. 016. 000 per gram.
Lonjakan harga ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada hari Senin, yakni Rp1. 980. 000 per gram. Kenaikan signifikan ini berhasil menarik perhatian publik.
Dalam waktu satu hari, harga emas Antam meningkat sebesar Rp36. 000 per gram, yang tentunya memicu semangat masyarakat untuk berinvestasi.
Tak hanya harga pembelian yang naik, harga jual kembali atau buyback juga mengalami peningkatan. Saat ini, buyback berada di level Rp1. 865. 000 per gram, meningkat Rp36. 000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tren ini semakin menunjukkan potensi emas sebagai aset yang stabil dan menjanjikan. Di berbagai toko emas, harga jual emas Antam umumnya dipatok sekitar Rp2,1 juta per gram, dan kenaikan ini merata di seluruh wilayah penjualan.
Sementara itu, perhiasan emas dengan kadar 18, 22, dan 24 karat juga mengalami lonjakan harga, di mana kenaikannya berkisar antara Rp50. 000 hingga Rp100. 000 per gram.
Fenomena ini menyebabkan minat beli masyarakat meningkat, dengan banyak orang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamankan aset mereka dalam bentuk logam mulia.
Menurut para pengamat pasar, kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, menjadikan emas sebagai pilihan utama untuk perlindungan nilai.
Selama sebulan terakhir, pergerakan harga emas Antam menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan. Harga sempat berada di kisaran Rp1.754. 000 sebelum mencapai puncaknya hari ini.
Lonjakan harga ini dianggap sebagai sinyal kuat dari tren jangka panjang, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dalam membuat keputusan investasi.
Suasana di toko-toko emas terlihat lebih ramai daripada biasanya, dengan banyak konsumen yang berburu emas sebelum harganya melambung lebih tinggi.
Penjual perhiasan menyebutkan bahwa semua jenis emas mengalami kenaikan secara simultan, dengan rata-rata kenaikan di kisaran puluhan ribu rupiah per gram.
Dari pengamatan langsung di Jakarta, suasana pembelian emas begitu antusias. Banyak investor ritel melihat momen ini sebagai peluang yang tidak boleh dilewatkan.
Editor : M. Ainul Budi