JEMBER, RADARJEMBER - Mendekati bulan suci Ramadan 1446 Hijriah yang diprediksi jatuh pada 1 Maret 2025 mendatang, sejumlah harga barang-barang kebutuhan pokok berpeluang naik di pasaran.
Meski menuju Ramadan masih kurang tiga pekan, kenaikan harga biasanya mulai terjadi dua pekan sebelum Ramadan. Sejumlah pedagang di Pasar Tanjung Jember membenarkan hal itu.
"Tidak bisa memastikan harganya stabil atau tidak. Tapi, kalau melihat tahun-tahun lalu, sebelum Ramadan itu memang biasa ada kenaikan sejumlah jenis barang, meski tidak semua," kata Syaiful, pedagang sembako di Pasar Tanjung.
Menurut para pedagang, kenaikan itu bergantung pada suplai barang dari pemasok. Baik sayuran, daging, ataupun bumbu dapur.
"Kalau suplai dari petani memadai, ya, harga normal. Tapi, biasanya konsumsi masyarakat saat Ramadan kan tinggi. Jadi, kalau barangnya kurang, bisa mahal di pasaran," imbuh Yanto, pedagang asal Ajung
Soal potensi lonjakan harga sejumlah komoditas pokok ini juga diingatkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Tri Erwandi.
Dia menyebut, sejumlah komoditas seperti minyak, gula, telur, sampai kebutuhan sandang dan beberapa lainnya langganan mengalami pergerakan naik harganya saat menjelang Ramadan.
Erwandi menyarankan pemerintah daerah melalui OPD terkait agar memonitor pergerakan harga itu, dan memastikan suplai aman.
"Dinas terkait harus mewaspadai dan memastikan ketersediaan pasokan mencukupi dengan harga terjangkau agar tidak berdampak pada laju inflasi," pungkasnya. (mau/c2/ham)
Editor : Alvioniza