Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Potensi Semakin Bertambah Tetap Terbuka, Jangan Lupa agar Sediakan Space untuk Produk Lokal

Safitri • Senin, 3 Juli 2023 | 18:05 WIB

 

 

BERDAMPINGAN: Toko berjejaring, Alfamart dan Indomaret berdiri bersebelahan di Jember
BERDAMPINGAN: Toko berjejaring, Alfamart dan Indomaret berdiri bersebelahan di Jember
 

KALIWATES, Radar Jember - Keberadaan toko modern berjejaring di Jember selayaknya ikut meningkatkan penjualan produk lokal. Apalagi, sudah ada regulasi yang menentukan. Meski begitu, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, agar para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya di tempat itu.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada ratusan toko modern yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah toko modern Alfamart dan Indomaret di wilayah kota hampir semuanya menyediakan tempat untuk produk lokal. Meskipun jumlahnya masih cukup minim, karena tidak semua produk lokal bisa masuk ke toko berjejaring itu. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelumnya. Mulai dari pengemasan, proses higienis, dan lainnya.

Regional Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Mochammad Faruq Asrori mengatakan, hingga kini kurang lebih ada 90 Alfamart yang tersebar di Jember. Meski begitu, dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah. Terlebih berdasarkan regulasi yang ada, memang masih memungkinkan untuk kembali membangun toko modern lagi. “Sesuai dengan perda yang ada, bisa nambah toko dengan jarak 500 meter dari pasar,” katanya.

Selain itu, Faruq juga mengatakan, masih akan melakukan survei terlebih dahulu, untuk melihat potensi penjualan yang memadai. Salah satu kawasan yang dianggap berpotensi adalah di sekitar Unej. Maklum saja, universitas tersebut memang memiliki banyak mahasiswa. Sehingga daya beli juga dinilai lebih banyak di tempat tersebut.

Dikonfirmasi terkait penyediaan tempat untuk produk UMKM, hal itu menurutnya sudah diatur oleh pemerintah pusat hingga daerah. Sementara untuk Jember, dia menjelaskan, produk makanan dan minuman (mamin) telah dijual dan dipasarkan di toko dengan dipajang di rak. Sementara, kue basah juga disiapkan dekat kasir. “Memfasilitasi UKM untuk jualan di depan toko asalkan space-nya ada,” imbuhnya.

Sementara itu, persyaratan agar produk bisa dipasarkan di Alfamart secara umum harus memiliki sertifikat pangan industri rumah tangga (PIRT), BPOM, dan sertifikat halal. Sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. “Harus ada surat rekom dari Disperindag bahwa UKM tersebut binaan pemda,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Development Indomaret Hendro Eko menyampaikan, hingga akhir Juni lalu jumlah toko di Jember mencapai 141 unit. Tempatnya tersebar di berbagai wilayah. Namun, dia juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali membuka toko di tempat lain. “Untuk wilayah yang secara perizinan masih terbuka, sesuai dengan aturan dan potensi wilayah terkait,” terangnya.

Hendro juga menuturkan, disediakan tempat untuk pelaku UMKM menjual produknya. Namun, hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan produksi mereka. Serta harus memenuhi semua persyaratan yang berlaku. Baik produknya berupa pangan maupun nonpangan.

Persyaratannya juga termasuk kemasan yang harus dibuat rapi, higienis, modern, serta disertai tanggal kedaluwarsa, komposisi, gramasi, label halal, izin usaha, kode produksi, dan sebagainya. Kemudian, kualitas pangan juga harus bagus dengan harga kompetitif. Serta mempertimbangkan keamanan bagi konsumen. “Tidak mengandung bahan berbahaya, dan cara produksi harus higienis,” pungkasnya. (ham/c2/nur)

Editor : Safitri
#Jember #UMKM