BACA JUGA : Diserang Oknum Suporter Bola Datangi Polres Bantul
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Toni Herlambang, mengatakan, dalam jangka pendek adanya gelaran atau event untuk UMKM sudah cukup bagus. Namun, kemajuan dan peningkatan level akan sulit diperoleh apabila strategi yang digunakan hanya memikirkan jangka pendek. Menurutnya, apa yang dilakukan pemkab dengan menggeber UMKM di setiap event atau pada pasar Ramadan hanya memberikan efek jangka pendek.
Menurutnya, UMKM yang berjualan pada event hanya berjualan sesaat dan pada waktu-waktu tertentu. Dengan kata lain, pasarnya tidak permanen. Sehingga, kata dia, butuh strategi agar ada efek jangka panjang pada perkembangan UMKM.
Toni mencontohkan dengan adanya UMKM Center untuk bisa membangun tempat permanen yang bisa menampung semua produk mereka. Menurutnya, itu lebih bagus untuk jangka panjang. “Saya sarankan tanah aset yang tidak digunakan pemkab digunakan untuk membangun UMKM Center,” ucapnya.
Pendiriannya, kata dia, memanfaatkan aset pemkab. Di setiap kecamatan ada satu lokasi untuk hal tersebut. UMKM Center yang dicontohkan semacam pasar baru yang lebih modern serta mampu menampung semua pelaku UMKM. Sehingga, bukan hanya sedikit UMKM yang terwadahi seperti dalam gelaran setiap event. “Kalau daya beli dikatakan baik, jika barang-barang murah. Daya beli itu kaitannya dengan penghasilan dan banyak variabelnya. Serta analisisnya banyak,” terang pria yang juga Ketua Prodi Manajemen Unmuh Jember itu.
Geberan UMKM dalam setiap event, lanjutnya, belum tentu bisa menaikkan daya beli masyarakat. Sebab, hal tersebut berhubungan dengan kesejahteraan rata-rata masyarakat yang bisa dilihat dari jumlah pendapatannya. Naiknya harga barang, terutama bapokting, misalnya, bisa menyulitkan masyarakat yang berpenghasilan rendah. Seperti naiknya harga beras atau bahan pokok lainnya. Itulah yang bisa membuat daya beli menurun.
Penyelenggaraan pasar murah sejak awal tahun dinilai cukup bagus sebagai bentuk pemerataan ekonomi. Toni menyebut, agenda tersebut bisa memperlancar aktivitas ekonomi di tiap wilayah. Meskipun UMKM tidak bisa masuk ke agenda pasar murah. Setidaknya, kata dia, ada langkah positif dari pemkab. “Patut didukung,” tuturnya. (sil/c2/dwi) Editor : Safitri