BACA JUGA : Diduga Tentara Amerika Tewas akibat Perang Korea Dianalisis Korsel dan AS
Burhanuddin, 60, salah satu penjual batu akik, mengatakan, dia sudah berjualan kurang lebih selama 20 tahun di kawasan Pasar Tanjung. Selama puluhan tahun itu pula, tak membuatnya kehilangan langganan pembeli. Menurutnya, masih ada pembeli setia batu akik.
Meski kini dirasakan ada penurunan ketimbang saat viral dan populernya batu akik di masanya dahulu. Tren batu akik dulu membuat dirinya diserbu pembeli. Namun kini, pembeli tergantung jenis-jenis batunya.
Meski tidak semenguntungkan dulu, dia tak beralih profesi. Dia tetap berjualan dengan hasil penjualan yang tidak pasti setiap harinya. Hanya dapat mengantongi tidak sampai Rp 100 ribu per hari tidak menghilangkan kecintaannya terhadap batu akik. "Kebanyakan dari penjual batu akik yang sudah hilang bukan dari peminat aslinya," katanya.
Daya tarik setiap batu akik membuatnya betah menekuni pekerjaannya. Motif yang beragam tergambar pada setiap batu akik yang telah dibentuk dan dipoles hingga mengilap. Meski tidak semua batu akik memiliki harga tinggi, dia tetap memiliki koleksi dari jenis akik yang tidak dikenal. "Karena ketertarikan pada batu akik setiap orang berbeda-beda dari semua jenis batu, jadi saya tetap menyimpan akik dari jenis yang tidak diketahui," tambahnya. (mg1/c2/bud) Editor : Safitri