Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nasib Bandara Notohadinegoro Jember, Hidup Segan Mati Tak Mau 

Safitri • Rabu, 26 April 2023 | 19:02 WIB
Bandara Notohadinegoro
Bandara Notohadinegoro
WIROWONGSO, Radar Jember - Keberadaan Bandara Notohadinegoro Jember makin hari makin memprihatinkan. Setelah bisa sedikit bernapas karena melayani penerbangan, tak berselang lama kini kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Mati suri.

BACA JUGA : Urai Antrean Kendaraan, Polantas Jember Rekayasa Lalin di Tiga Titik

Keberadaan bandara yang seolah hidup segan mati pun tak mau itu seakan menjadi potret lemahnya pengelolaan bandara. Begitu beroperasi, seketika tidak bisa bertahan lama. "Sebenarnya disayangkan, kemarin sudah beroperasi, sekarang harus sepi lagi. Ini perlu dievaluasi bersama," urai Agusta Jaka Purwana, anggota Komisi C DPRD Jember.

Agusta menilai, sejak awal keberadaan Bandara Notohadinegoro itu kurang ideal lokasinya, karena diapit pegunungan dan permukiman yang rentan dipenuhi kabut, yang tentu mengganggu penerbangan. Kondisi itu dinilainya sangat berpengaruh terhadap daya tarik perusahaan yang bergerak di bidang kebandarudaraan, seperti PT Angkasa Pura. "Perusahaan seperti Angkasa Pura itu jelas punya standar penilaian sendiri. Kalau mereka melihat Bandara Notohadinegoro dengan kondisi hari ini, mungkin mereka berpikir dua kali untuk bekerja sama," urainya.

Ia menyarankan, jika pemerintah daerah hendak menyeriusi pengembangan bandara, maka mesti dimulai dengan kebijakan penataan kawasan bandara atau mendirikan sekolah penerbang untuk menggandeng PT Angkasa Pura. Bahkan jika memungkinkan lokasinya dipindah.

Sementara itu, komentar juga datang dari Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono. Dia juga sempat mengutarakan serupa perihal bandara tersebut. Menurut Siswono, sulit bagi pemerintah daerah bisa mengembangkan bandara tanpa terlebih dahulu menyelesaikan status kerja sama lahan dengan pihak PTPN XII. "Kalau mau dikembangkan, mau tidak mau urusan lahan ini harus klir dulu dengan pihak PTPN," pintanya.

Sebagaimana diketahui, kasus berhentinya penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember sejauh ini tengah lidik oleh APH. Hal itu setelah diketahui ada kontrak penerbangan pesawat yang tidak wajar. Pasalnya, dari semula yang direncanakan Januari-Maret 2023, ternyata hanya 1 bulan 10 hari, atau telah berhenti terbang pada tanggal 10 Februari 2023 kemarin.

Terlebih, sejauh ini masih belum diketahui seperti apa pola kerja sama yang diteken pihak Bank Jatim yang rela menggelontor Rp 1 miliar untuk branding logo Bank Jatim di badan pesawat, dengan pihak PT Amaya Alam Semesta (AAS) selaku penyedia penerbangan pesawat carter berjenis Cessna Grand Caravan tersebut. (mau/c2/bud) Editor : Safitri
#Jember #Bandara Notohadinegoro