BACA JUGA : Realisasi Perda Perlu Dukungan Anggaran
Dalam press release, Senin (3/4) kemarin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mengatakan, inflasi Jember pada Maret mencapai 0,39 persen. Penyumbang inflasi tertinggi terletak pada bahan bakar minyak (BBM) dan beras. Inflasi Jember 0,39 persen tersebut juga sama besarnya dengan inflasi Jatim pada Maret lalu. Sedangkan inflasi nasional sebesar 0,18 persen.
Beras dan BBM yang mengalami kenaikan, menyumbang 0,05 persen inflasi. “Meskipun beras dan BBM memiliki kenaikan yang cukup sedikit, tapi sangat berpengaruh dalam penyumbang inflasi di Jember,” bebernya.
Selain itu, beberapa bahan pokok lainnya juga perlu diperhatikan, karena selama bulan Ramadan mulai ada gejala kenaikan. “Telur yang kini mulai beranjak naik. Kenaikan harga seperti telur bisa diminimalisasi dengan program yang dilaksanakan oleh Pemkab Jember, yakni pasar murah. Program tersebut sangat membantu masyarakat dalam menekan inflasi di Jember,” jelasnya.
Dia berharap, demi menekan inflasi Jember, pada Ramadan kali ini pengusaha dan pedagang tidak mengambil untung yang terlalu besar. Sebab, itu akan memperparah inflasi di Jember. (mg4/c2/dwi) Editor : Safitri