BACA JUGA : Tebing Jalan Desa Mulyorejo Jember Kembali Longsor, 4 Bulan Ada 3 Kejadian
Dirinya mengaku sudah hampir 25 tahun bergelut di dunia konveksi. Sejak tahun 1998 lalu. Namun, bisnis selempang yang digeluti Udin baru berdiri kurang dari lima tahun yang lalu. Meski begitu, peminat selempang milikinya sudah sampai keluar kota bahkan hingga luar pulau. “Pernah terjual sampai ke Pulau Kalimantan dan Bali. Alhamdulillah, itu sering,” terang pria usia 51 tahun ini.
Dalam sehari paling sedikit orderan selempang yang dikerjakan mencapai tujuh helai. Sedangkan kondisi ramai-ramainya terutama saat momen wisuda, dirinya pernah mendapat orderan 250 buah selempang. Hebatnya, semua itu dilakukan tanpa bantuan karyawan ataupun orang lain.
Menurutnya, selain pesanan secara online, Udin juga banyak mendapat pesanan dari mahasiswa Unej, Polije, atau kampus-kampus yang ada di wilayah Jember. Dengan harga Rp 30 ribu per selempang, jika dirata-rata omzet yang dihasilkan Udin setiap bulan bisa mencapai Rp 3 juta. “Harganya murah saja, 30 ribu bisa mendapatkan selempang yang dapat dipesan sesuai keinginan," terangnya. (qal/c2/bud)
Editor : Safitri