BACA JUGA : Sering Main Film Horor Aulia Sarah Alami Kejadian Mistis
Truk-truk tronton bertonase besar yang dioperasikan PT Imasco Asiatic Puger juga disebut banyak merugikan warga. Selain membuat jalanan hancur, juga menyebar debu yang membuat pengendara sakit mata. "Kami menuntut PT Imasco agar tidak semena-mena kepada rakyat. Jika tidak, kami akan tutup paksa dengan aksi gabungan masyarakat," kata Ketua Forum Pemuda Kapuran, Zainul Hasan, saat berorasi.
Warga menyayangkan perusahaan itu karena sejak awal beroperasi hingga kini, korporasi asal Negeri Tirai Bambu itu seakan tutup mata dengan segala dampak beroperasinya pabrik dan truk-truk pengangkutnya. "Jalan kami hancur. Kami kena debunya. Semua ini sangat merugikan rakyat, karena itu kami hari ini menuntut pertanggungjawaban pihak PT Imasco," tuntutnya, kemarin.
Kekecewaan demonstran semakin membara. Selain berorasi, mereka juga membakar ban bekas di jalanan, juga memblokade jalan pintu masuk ke pabrik tersebut. Dalam aksinya pula, mereka menyuarakan sebanyak 12 tuntutan. Di antaranya, PT Imasco mengabulkan tuntutan mereka. Seperti perbaikan jalan, CSR, kesehatan warga dari dampak debu juga lalu lalang kendaraan yang dinilai tidak ramah lingkungan tersebut.
Ratusan massa berorasi juga ditemani Kepala Desa Grenden Suyono. Ia mengharap pihak pabrik yang telah beroperasi tiga tahun itu bisa memenuhi tuntutan warga. "Hari ini saya berdiri menemani warga saya. Jika tuntutan tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan orasi dan demo hingga PT Imasco hengkang dari bumi kita," kata Suyono, kemarin. Aksi berlangsung hingga Duhur, peserta aksi beristirahat sejenak. Namun, saat itu tiada perwakilan pihak pabrik yang menemui peserta aksi. (mau/c2/nur) Editor : Safitri