BACA JUGA : Cuaca Tak Bersahabat, Mayoritas Nelayan Sandarkan Perahu di Muara Sungai
Seperti diketahui, hampir setiap orang yang memiliki akuarium, akan memberikan kesan yang asri di dalam rumah. Salah satunya kayu bekas untuk menambahkan keindahan alami.
Kayu bekas dapat ditemukan di mana saja. Kayu yang digunakan harus memiliki ketahanan pada air. Hal itu agar ketika kayu di dalam akuarium tidak akan mengubah warna air. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai langkah yang tepat dalam mempersiapkan kayu tersebut sebagai hiasan dalam akuarium.
Pemilik kios ikan, Nailul Author, yang tinggal di Patrang, menjelaskan, kayu yang pakai untuk akuarium perlu diproses agar siap dijadikan sebagai hiasan di dalam air. Hal yang perlu diperhatikan yakni melakukan penipisan pada kulit kayu. “Sebenarnya proses kayunya sedikit rumit. Namun, hal itu akan terbayar ketika melihat akuarium yang dipersiapkan itu lebih indah,” jelas Author.
Selanjutnya, dia menjelaskan, zat warna kayu harus dikikis terlebih dahulu. Sebab, zat itu akan mengubah warna air. Setelah melakukan penipisan kayu menggunakan amplas, langkah yang perlu dilakukan yaitu merendam kayu dalam air selama beberapa minggu, bahkan bisa mencapai satu bulan. Hal itu dilakukan agar kayu mampu bertahan di dalam akuarium. Setelah melalui proses tersebut, kayu akan terbiasa dengan kondisi air, sehingga tidak terjadi perubahan warna pada air. Kayu tersebut dapat dikatakan siap pakai.
Sementara itu, Author menyebut, penambahan kayu akan memberikan keindahan pada akuarium dalam rumah. Dengan jenis ikan yang memiliki keragaman warna, pastinya dapat memberi pemandangan yang elegan. Oleh sebab itu, kayu tidak boleh dimasukkan ke dalam akuarium sebelum siap. Menurutnya, itu juga demi menjaga kesehatan dan keindahan akuarium. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri