Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Kelam Ismi Dahlia Dulu Dicela, Kini Pendamping KUMKM 4 Kota

Safitri • Jumat, 13 Januari 2023 | 18:27 WIB
TAK MENYERAH: Ismi Dahlia mendampingi UMKM Jember yang memamerkan produk di salah satu acara Diskopum Jember.
TAK MENYERAH: Ismi Dahlia mendampingi UMKM Jember yang memamerkan produk di salah satu acara Diskopum Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Perundungan karena memiliki fisik yang berbeda dari orang kebanyakan kerap terjadi. Hal itu pernah dialami oleh Ismi Dahlia, perempuan asal Desa Gumelar, Kecamatan Balung, pada masa kanak-kanak hingga remaja. Dengan perjuangan melawan ketidakpercayaan diri, kini Ismi berhasil melaluinya. Bahkan bisa melampaui orang-orang yang dulu menurunkan mentalnya.

BACA JUGA : Klaim Dana Kesehatan Kian Membengkak

Ismi, 30, berasal dari keluarga broken home sejak usianya masih 10 bulan. Sejak bayi, dia diasuh oleh sang nenek dari ayahnya. Singkat cerita, pada saat kelas tiga SD, dia mendapat musibah tak terduga. Bunyi kompor yang tiba-tiba meledakkan api itu mengarah ke wajah Ismi saat dia hendak menyalakannya. Entah sebabnya apa. Tangis pun tak terbendung. Tak lama kemudian sang nenek menghampiri dan membawanya ke puskesmas terdekat.

Pelayanan kesehatan lalu memvonis Ismi dengan luka bakar tingkat dua. Wajahnya seperti meleleh. Operasi demi operasi dilewati. Sampai tiga kali. Tapi, tak kunjung membuat wajahnya pulih seperti sedia kala. Sebagai anak kecil, saat itu Ismi tidak bisa banyak berkomentar. Terlebih, dia tidak tinggal bersama kedua orang tuanya.

Rundungan dari lingkungan sekitar ditelannya sendiri. Kendati masih berada dekat dengan rumah ayah dan keluarga besarnya, Ismi mengaku tidak memiliki ruang bercerita. Di tempat mengajinya, dia mendapatkan rundungan dengan ledekan “si muka jelek”. Hingga setiap saat dia sering menutupi wajahnya dengan kerudung.

Ingatan itu membekas dan menjadi trauma berat bagi perempuan alumnus SMAN 1 Jember itu. Masa remajanya dipenuhi dengan kecemasan karena keloid atau bekas luka bakar di wajahnya. Sampai ia pernah mogok sekolah dan akhirnya dipindah kelas karena sering dijauhi teman-temannya. “Sampai saya dipindah kelas bareng anak guru BK waktu di SMP,” katanya.

Namun, ada perkataan guru dan dosennya yang masih dipegang sampai sekarang. Dia mendapatkan motivasi yang akhirnya sedikit demi sedikit membangkitkan kepercayaan dirinya. “Tidak apa-apa fisik seperti itu, yang penting punya kecakapan pikiran dan hati, unggul dalam prestasi. Itu yang saya pegang,” ucapnya mengingat ulang perkataan guru dan dosennya dulu.

Sebelumnya, Ismi selalu menggantungkan kepercayaan diri dari teman sebangkunya saat SMP. Sebab, dia menilai hanya satu temannya itulah yang mau menerimanya. Sampai akhirnya, percaya diri itu mulai terbangun saat menjelang akhir perkuliahan.

Alumnus Program Studi Agroteknologi Universitas Brawijaya, Malang, itu mulanya dipaksa oleh salah seorang temannya untuk menjadi asisten dosen dalam praktikum. Dari situlah dia mulai membuka diri dan berani tampil di depan publik. Lantas, prestasi-prestasinya membuat banyak orang segan dan tidak menghiraukan fisiknya. Berkat kecerdasannya. Kemudian, berlanjut hingga lulus kuliah mendapatkan kepercayaan dosennya menjadi ketua asdos selama setahun.

Tahun 2021, Ismi memutuskan pulang kampung dan diminta menjadi pendamping desa dalam program provinsi penanggulangan kemiskinan pada perempuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember. Tak butuh waktu lama, karena kerjanya yang cekatan, dia diangkat menjadi pendamping di kabupaten.

Masih dengan alasan yang sama, kecerdasan, kegigihan, dan semangatnya dalam bekerja, membuatnya mendapatkan rekomendasi di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Jatim. Sejak 2022 hingga sekarang Ismi menjadi tenaga pendamping provinsi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) yang meliputi empat kabupaten. Yakni Jember, Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #UMKM