Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harga Tiket Rute Jember–Sumenep Murah karena Ada Subsidi APBN

Safitri • Jumat, 6 Januari 2023 | 17:40 WIB
AKAN MENGUDARA: Para penumpang bersiap menaiki pesawat Cessna Grand Caravan dengan rute penerbangan menuju Surabaya, di Bandara Notohadinegoro, kemarin (5/1).
AKAN MENGUDARA: Para penumpang bersiap menaiki pesawat Cessna Grand Caravan dengan rute penerbangan menuju Surabaya, di Bandara Notohadinegoro, kemarin (5/1).
WIROWONGSO, Radar Jember – Bandar Udara (Bandara) Notohadinegoro Jember telah beroperasi sekitar dua pekan. Selama ini pengoperasian hanya melayani rute Jember–Surabaya dan sebaliknya. Nah, dalam waktu dekat rute baru akan dibuka. Yakni penerbangan pesawat perintis untuk rute Sumenep–Jember dan sebaliknya.

BACA JUGA : Siaga Level III, Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Setinggi 150 Meter

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menyampaikan, rencana penerbangan pesawat perintis itu diinisiasi oleh program Kementerian Perhubungan Udara. Tujuannya sebagai salah satu upaya untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal. Selain itu, untuk membantu mempercepat perkembangan suatu daerah melalui subsidi transportasi udara tersebut.

Dikatakan, penerbangan Jember–Sumenep atau sebaliknya akan memakan waktu tempuh sekitar 50 menit. Nantinya pesawat perintis itu dijadwalkan melakukan penerbangan dengan rute Sumenep–Jember pada pukul 12.04–12.44. Sedangkan untuk rute Jember–Sumenep akan bertolak pada pukul 12.54–13.34.

Agus menyebut, harga tiket rute dari Sumenep–Jember sebesar Rp 247 ribu, sedangkan rute Jember–Sumenep Rp 242 ribu. “Menggunakan subsidi APBN dari Kementerian, membuat harganya cukup terjangkau di kantong masyarakat dibandingkan dengan rute Surabaya,” tuturnya.

Menurutnya, penerbangan tersebut akan beroperasi satu kali dalam seminggu. Penerbangan perdana pada hari Selasa (10/1) pekan depan. Ini akan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan, karena pesawat juga memiliki tujuan lain. Seperti rute Sumenep–Bawean, Sumenep–Surabaya, dan Sumenep–Jember.

Jenis pesawat yang akan dipakai tidak jauh berbeda dari pesawat yang saat ini dipakai untuk rute Jember–Surabaya. “Bedanya hanya pada pabrikannya saja, pesawat perintis milik Susi Air ini keluaran lama. Kalau untuk jenisnya sama, termasuk juga kapasitas daya angkut penumpang juga sebanyak 12 orang,” jelasnya.

Agus menyampaikan, hadirnya penerbangan rute Sumenep itu diharapkan semakin mempermudah transportasi masyarakat dari dan ke Madura. Serta membuka peluang bisnis yang lebih luas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di dua daerah. Terlebih Jember juga dihuni banyak penduduk yang bersuku Madura. Sehingga, potensi untuk memenuhi kebutuhan warga Jember dinilai sangat besar.

Sementara itu, Kepala Bandara Notohadinegoro Edy Purnomo mengutarakan bahwa telah beroperasinya penerbangan komersial rute Surabaya telah membangkitkan kembali bandara yang sebelumnya sempat vakum untuk penerbangan komersial.

Diharapkan kehadiran pesawat perintis ini akan semakin menjadi daya tarik tidak hanya bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. Namun, juga pemantik maskapai lainnya untuk datang kembali ke Kota Tembakau ini.

“Sebelumnya memang bandara ini telah aktif, tapi hanya untuk pesawat carter. Dengan adanya penerbangan rute Surabaya saja sudah membuat perlahan bangkit lagi transportasi udara. Ditambah juga nantinya dengan pesawat perintis, diharapkan akan semakin meningkat peminatnya,” tuturnya. (ben/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Bandara Notohadinegoro