BACA JUGA : Diterjang Badai, Puluhan Warung di Pantai Cemara Jember Rusak
Dosen ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (Unej), Dr Agus Luthfi, menjelaskan, prediksi inflasi jelang akhir tahun pastinya meningkat dibanding tahun 2021. Sebab, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 mulai menggeliat. “Apalagi ada banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah banyak berjualan kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, permintaan untuk kebutuhan bahan pokok jelang akhir tahun juga meningkat, sehingga memengaruhi kenaikan inflasi. Apalagi banyak masyarakat yang sudah mulai melakukan aktivitas seperti bekerja dan sekolah. “Namun kenaikan inflasi tersebut dirasa tidak terlalu signifikan, dan beberapa bahan pokok juga sudah turun,” ujarnya.
Memang ada beberapa komoditas yang diprediksikan menjadi penyumbang inflasi pada Desember ini, seperti telur ayam ras. Selain itu, Agus menyarankan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di pengujung tahun ini lebih bekerja dengan sigap agar dapat mengendalikan inflasi serta harga bahan pokok. Kebijakan seperti operasi pasar murah harus diperluas dan tidak hanya di kota saja.
Pelaksanaan program untuk mengendalikan inflasi juga upaya dalam menstabilkan harga bahan pokok. Sebab, jika bahan pokok naiknya sangat tinggi akan berpengaruh pada inflasi yang tinggi juga. Harapannya, pemerintah khususnya TPID tetap memantau perkembangan dari waktu ke waktu. Tidak hanya saat musim Natal dan tahun baru, namun setiap hari perlu dipantau. “Khawatir ada sesuatu di luar prediksi, seperti permintaan barang yang berlebihan,” terangnya.
Perlu diketahui, tingkat inflasi Jember month to month (mtm) November kemarin yang dirilis BPS sebesar 0,81 persen. Andil terbesar pada inflasi bulan November 2022 ialah kenaikan tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Urutan kedua minyak goreng dan dilanjutkan tomat. (nan/c2/dwi)
Editor : Safitri