Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nawang Fitria Pengusaha Muda Produk Kecantikan, Jual Hingga Luar Negeri

Safitri • Jumat, 28 Oktober 2022 | 16:52 WIB
SABUN ORGANIK: Pemilik UMKM produk kecantikan Anatura, Nawang Fitria sedang menunjukkan salah satu produk kecantikannya.
SABUN ORGANIK: Pemilik UMKM produk kecantikan Anatura, Nawang Fitria sedang menunjukkan salah satu produk kecantikannya.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Nawang Fitria salah seorang wirausaha muda usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jember. UMKM-nya ini bergerak dalam bidang kecantikan. Produk yang dihasilkan mulai dari masker hingga sabun wajah organik. Dia sudah menekuni usahanya tersebut hampir delapan tahun.

BACA JUGA : Kurangi Garam untuk Hindari Resiko Hipertensi

Kini, perempuan alumnus S1 Keperawatan Universitas Jember (Unej) tersebut memutuskan untuk membuka usaha masker organik. Selain itu, dia juga merambah untuk membuat sabun wajah organik. Pertama kali membuat produk tersebut, dia masih menggunakan beras biasa. “Semester empat saya dulu baru tahu di Jember ada beras organik. Jadi saya mulai memakai beras tersebut dan ngambilnya dari petani secara langsung,” katanya.

Cara pertama membuat masker ini adalah mencuci beras organik sampai bersih. Kemudian direndam dengan air di kuali selama tujuh hari, agar tidak terfermentasi bakteri dari luar. Selain itu, airnya juga harus diganti. Saat direndam, nanti akan diambil pati berasnya, bisa air maupun berasnya. Untuk varian maskernya ada beberapa macam, seperti kunir, teh hijau, kopi, dan coklat.

Kemudian, ketika berasnya agak lemas diambil pati putih untuk membuat sabun. Sedangkan maskernya diambil dari beras yang masih utuh. Nantinya akan dihancurkan dan dikeringkan dengan oven. Setelahnya diayak dengan ayakan mes dan disangrai dengan campuran kunyit dan temulawak. Tujuannya agar tahan lebih lama serta mengurangi kadar airnya. “Saya tidak memakai pengawet dalam produk. Jadi benar-benar asli dari beras,” tutur perempuan berusia 28 tahun tersebut.

Perempuan asal Malang ini menjelaskan bahwa modal awal yang dia butuhkan sebesar Rp 150 ribu. Itu digunakan untuk membeli lima kilogram beras, kunyit, ayakan mes, wajan, dan spatula kayu. Dia menetapkan harga produknya mulai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu untuk masker. Sedangkan sabun wajah organik dia jual dengan harga mulai Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu.

Dengan modal sebesar itu, Nawang bisa meraup omset sebanyak Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. “Jadi kalau dari semua produk itu dalam satu bulan hitungannya Rp 20 juta hingga Rp 25 juta,” ungkapnya. Pemasaran produk kecantikan Nawang saat ini bukan hanya di Indonesia saja. Tetapi masker dan sabun wajah organiknya sudah sampai di pasaran luar negeri. Sekarang produknya sudah diekspor ke Malaysia, Jepang, Korea, dan Norwegia. Selain itu, dirinya juga bekerja sama dengan pabrik sabun yang ada di Indonesia untuk melayani pembuatan sabun.

Di balik kesuksesannya, ternyata usahanya pernah hampir gulung tikar. Ini terjadi pada saat pandemi covid lalu. Pertama kali covid-19, selama sebulan usahanya benar-benar tutup, semua produk tidak ada yang beli. Tetapi setelah lima bulan usahanya mulai merangkak lagi. Tetapi, ekspor barang masih susah, terutama di Jepang dan Korea. “Waktu itu pernah sebanyak 10 ribu masker, 20 ribu sabun, dan handbody saya buang karena terkontaminasi covid dari karyawan saya. Jadi itu benar-benar sangat rugi,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, produknya pernah terjual hingga 50 ribu sabun. Karena dia memang menargetkan satu bulan harus tembus sejumlah itu. Sedangkan ekspor tidak bisa ditentukan. (c1/bud) Editor : Safitri
#Jember #pengusaha