BACA JUGA : Dugaan Penyelundupan, Ribuan Nama Pegawai Non-ASN di Jember Tereliminasi
Tanaman tomat dikenal sebagai tanaman yang tidak boleh terlalu banyak air. Maka dari itu, perlu perawatan khusus dalam menyiasati agar tanaman tomat di musim hujan tetap tumbuh dengan subur tanpa terserang penyakit.
Petani asal Kecamatan Sumberjambe, Aditya Wardhana, mengatakan, menanam tomat cukup mudah. Untuk menyiasati menanam tomat di musim hujan, hal pertama yang dilakukan adalah dengan mempertinggi bedengan. Semakin tinggi bedengan, maka intensitas tomat terkena cipratan tanah dari air hujan akan semakin sedikit. “Karena melalui air hujanlah hama dan penyakit itu menular,” ucapnya.
Saat musim hujan dengan intensitas tinggi, saluran air pada lahan tanaman tomat harus diperhatikan betul. Jangan sampai bedengan atau tanaman tomat tergenang oleh air dalam waktu yang lama. Sebab, itu akan merusak kualitas tomat. “Jadi, harus pastikan saluran drainasenya tepat dan tidak terhambat,” tutur Adit.
Selain itu, penggunaan bibit tomat harus yang berkualitas tinggi. Pilih bibit tomat yang tahan terhadap hama dan penyakit di musim hujan. “Pemilihan bibit akan berpengaruh pada hasil yang akan didapat,” jelasnya.
Dia melanjutkan, penggunaan pestisida harus sesuai dengan masalah dan kebutuhan tanaman. Penggunaan pestisida berlebihan akan memengaruhi kualitas tomat. “Bukan malah memperbaiki tanaman, maka bisa jadi akan menurunkan produksi,” ucapnya.
Cara selanjutnya yang perlu diperhatikan yakni jarak tanam. Jarak tanam yang sesuai akan membuat tomat tumbuh optimal. Sehingga tidak ada namanya pecah buah, atau terhalang pertumbuhan tomat. “Setahu saya jarak tanam yang sesuai memiliki luas basis 50 x 70 sentimeter,” tandasnya. (mg3/c2/nur) Editor : Safitri