Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Magnet dan Inovasi Belum Terlihat, PAD Pariwisata Baru 30 Persen!

Safitri • Rabu, 19 Oktober 2022 | 17:33 WIB
LIBURAN: Pantai Payangan sempat tak diminati saat Lebaran, kini sudah banyak yang kembali berkunjung.
LIBURAN: Pantai Payangan sempat tak diminati saat Lebaran, kini sudah banyak yang kembali berkunjung.
AJUNG, Radar Jember – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata belum menunjukkan angka yang maksimal. Memasuki triwulan akhir tahun ini, PAD yang didapat baru mencapai kisaran 30 persen dari yang ditargetkan. Kondisi ini dinilai karena magnet dan inovasi di bidang pariwisata tidak begitu tampak.

BACA JUGA : Punya Rekam Jejak Jelas, Erick Thohir Mampu Emban Tugas Wapres

Sebagaimana diketahui, target PAD dari sektor pariwisata tahun 2022 sekitar Rp 3 miliar. Namun, capaian PAD yang didapat belum menyentuh angka Rp 1 miliar. Baru sebesar Rp 924 juta. Dengan demikian, dibutuhkan 70 persen lagi atau sekitar Rp 2 miliar untuk dapat mencapai target.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Harry Agustriono menjelaskan, capaian PAD pariwisata memang masih sekitar 30 persen dan jauh dari target. Menurutnya, beberapa tempat wisata ada yang baru buka tahun 2022, sehingga perlu penyesuaian untuk bisa membuat pengunjung tertarik. “Meskipun begitu, pengunjung objek wisata baru pun seperti Pemandian Patemon mampu menarik perhatian para pengunjung,” ujarnya.

Harry memaparkan bahwa beberapa sektor wisata yang paling banyak memengaruhi PAD pariwisata yakni Wisata Rembangan, Pemandian Kebonagung, serta Pemandian Patemon. Ketiga wisata tersebut paling banyak pengunjung, apalagi saat ada event-event besar. “Masyarakat paling menyukai wisata dengan konsep pemandian alam maupun buatan, karena bisa mengajak keluarga untuk berkumpul sekaligus menikmati liburan,” tegasnya.

Saat ini yang menjadi pemasukan PAD di sektor pariwisata yakni retribusi tiket masuk dan retribusi hotel, khususnya pengunjung hotel. Harry berharap dukungan dari berbagai pihak seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga dapat membantu menaikkan pengunjung pariwisata di Kota Suwar-Suwir, sehingga target PAD bisa dicapai.

Harry menambahkan, ada rencana menambah kuliner seperti seafood atau kuliner lain yang berhubungan dengan tempat wisata. Harapannya, pengunjung bisa menikmati kuliner sekaligus sebagai oleh-oleh. “Ke depannya akan dibuat kalender event untuk menarik perhatian pengunjung,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Jember, Nyoman Aribowo, menyampaikan, angka capaian PAD sektor pariwisata 30 persen menunjukkan magnet dan inovasi di sektor itu belum begitu tampak. Apalagi, saat ini sudah memasuki triwulan terakhir.

Dijelaskan, geliat pariwisata saat ini sudah mulai terlihat, sehingga selayaknya dapat menumbuhkan PAD. “Namun, bagaimana caranya Disparbud menjadi magnet untuk bisa menarik wisata saat ini. Untuk itu, Jember juga butuh inovasi serta promosi sehingga bisa membantu menarik kunjungan wisatawan,” bebernya.

Ketika ada event-event besar seperti JFC, seharusnya masyarakat bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke tempat wisata di wilayah Jember. Disparbud juga bisa lebih proaktif untuk menaikkan sektor wisata, baik yang dikelola Pemda ataupun swasta. “Wisata saat ini sudah mulai meningkat sejak pandemi sudah menurun,” tuturnya.

Menurut Nyoman, objek wisata yang dikelola pemda sebenarnya memiliki anggaran, sehingga berpotensi untuk dibenahi. Untuk itu, objek wisata tersebut bisa lebih diperbaiki lagi. “Jangan ala kadarnya. Harus menjadi atensi bagi pihak yang terlibat. Jika pengunjung wisatawan bisa naik, maka otomatis target PAD pariwisata bisa terpenuhi,” tegasnya. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Wisata