BACA JUGA : Synchronize Fest 2022 Hari Kedua Dimeriahkan dengan Alam Mbah Dukun
Salah seorang pedagang burung, Nurgaus Wahyudi, menyebut, tak sedikit masyarakat Ambulu yang menggantungkan ekonominya dalam rantai kegiatan komunitas burung berkicau seperti penangkar burung, penangkar jangkrik, serta penjual obat-obatan untuk burung. Namun, sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah.
Dia mengungkapkan, pasar burung juga menyimpan potensi luar biasa sebagai tujuan wisata, sekaligus menjadi lokasi pengembangbiakan berbagai macam burung. “Ternyata kita agak kelupaan bahwa pasar burung ini adalah tujuan wisata yang sangat penting dan berkontribusi secara ekonomi yang dampak ekonominya sangat besar,” imbuhnya.
Ada dua poin yang diminta Wahyudi kepada pemerintah. Pertama, lokasi pasar yang layak agar pasar burung punya kemampuan untuk menampung seluruh pedagang pasar. Kedua, memberi keleluasaan bagi para pencinta burung sehingga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terutama bagi para penggemarnya yang sangat banyak di Ambulu dan sekitarnya.
Sementara itu, Camat Ambulu Gatot Suharyono menyampaikan, pasar burung yang ada di Desa Tegalsari merupakan pasar musiman yang hanya buka hari Rabu dan Minggu. Karena itu, perlu banyak pertimbangan untuk menyediakan lokasi yang layak untuk pasar burung.
Namun, lanjut Gatot, pihaknya akan melihat potensi penggemar burung di Kecamatan Ambulu. “Jika diketahui mempunyai potensi, bentuk pasar burung permanen. Bukan musiman,” pungkasnya. (mg6/c2/bud) Editor : Safitri