Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perajin Rotan di Malang Tak Terdampak Pandemi Covid-19

Maulana Ijal • Minggu, 9 Oktober 2022 | 03:24 WIB
MAKIN BERKEMBANG: Usaha kerajinan rotan dan sintetis milik Imam Budiono dan Aningsih ini tak terdampak pandemi. Bahkan, usaha di Kelurahan Balearjosari, Blimbing, Kota Malang tersebut makin berkembang.
MAKIN BERKEMBANG: Usaha kerajinan rotan dan sintetis milik Imam Budiono dan Aningsih ini tak terdampak pandemi. Bahkan, usaha di Kelurahan Balearjosari, Blimbing, Kota Malang tersebut makin berkembang.

MALANG KOTA, RADARJEMBER.ID - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir Maret 2020 lalu memukul banyak sektor ekonomi. Baik secara nasional maupun di tingkat lokal. Namun, kondisi ini tidak memengaruhi usaha kerajinan rotan di Malang.


Perajin di Tiban Jaya Rotan, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, misalnya, sama sekali tak terimbas pagebluk tersebut. Bahkan, selama pandemi, keuntungan yang diperoleh masih puluhan juta rupiah per bulan. Inilah yang akui Imam Budiono, 57, bersama istrinya Aningsih, 54.


Menurut Imam, hingga saat ini, masih ada puluhan pegawai yang bekerja di perusahaan rotan dan sintetis tersebut. “Saat ini, kerajinan rotan dan sintetis di Tiban Jaya Rotan bisa menampung 23 orang pekerja,” ujarnya saat ditemui di tempat kerajinan, Jumat (7/10).


BACA JUGA: Produk Kerajinan Jember Pikat Perhatian Istri Presiden dan Wapres

Imam mengaku, dirinya beserta sang istri menjalankan usaha kerajinan rotan dan sintetis itu sejak 16 tahun lalu. Untuk bahan baku, dia mendapatkan suplai dari luar kota, yakni dari Pasuruan, Gresik, Cirebon, dan beberapa kota lainnya.


Sedangkan areal pemasaran tidak hanya di Kota Malang saja, namun sudah merambah ke berbagai penjuru nusantara. "Seperti Lombok, Bali, Maluku, Kalimantan, Kediri, Tulungagung dan Pasuruan," ujar bapak dua anak ini.



Imam menyebut, produk yang dihasilkan usahanya bermacam-macam. Mulai dari meja, kursi, sofa, pigura, tempat lampu hias, kursi gantung, vas bunga, rantang dan penutup makanan di meja.


Tidak hanya itu, setiap waktu dia juga selalu berinovasi atau memperbarui produk-produknya. "Ide produk baru bisa dari saya, ada juga lewat gambar yang dibawa konsumen atau pemesan," ungkap Imam.


Bagaimana dengan harganya? Imam berkata, untuk tarif memang bervariasi. Tergantung dari jenis produknya. Mulai Rp 200 ribuan, Rp 300 ribuan hingga Rp 15 juta. "Kalau kursi atau meja kecil sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribuan. Kalau sofa sekitar Rp 3 jutaan. Dan kalau bentuk kursi serta meja besar, harganya bisa mencapai Rp 15 jutaan," tutur suami Aningsih itu.


Imam mengaku, usahanya sama sekali tak terdampak pandemi Covid-19. Karena tiap bulan untungnya masih mencapai puluhan juta rupiah. Dan hingga saat ini, pegawai yang bekerja di tempatnya juga tak berkurang. "Tidak ada masalah saat pandemi. Bahkan usaha saya setiap tahun mengalami kenaikan," ucapnya.


Pria lulusan STM ini menambahkan, sejak membuka usaha rotan dirinya mendapat modal pinjaman dari bank. "Mulai awal usaha tahun 2006 hingga 2022 modalnya pinjam ke bank. Tapi dua tahun ini sudah tidak pinjam, pakai modal sendiri," pungkasnya. (*)


Reporter: Jumai


Foto : Jumai


Editor : Mahrus Sholih

Editor : Maulana Ijal
#Dampak Pandemi #Kerajinan Rotan