Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bisnis Sambal via Daring, Pikat Hati Pembeli Dulu

Safitri • Sabtu, 8 Oktober 2022 | 18:47 WIB
Photo
Photo
TANJUNGREJO, Radar Jember – Sambal identik dengan orang Indonesia. Makan jadi tambah berselera jika ditambah dengan cocolan sambal. Namun, sambal juga kerap dipadankan dengan makanan wong deso. Hampir semua orang bisa meracik sambalnya sendiri di rumah. Tapi, tidak semua orang bisa membuat pedasnya sambal terasa nikmat.

BACA JUGA : Desak Pemkab Beri Hak Disabilitas untuk Bekerja

Lewat pemasaran digital, kini sambal bisa dikemas menarik untuk menjadi bisnis. Lantas, bagaimana bisnis sambal di dunia digital seperti ini. Ivana Marelda, owner IM Sambal, membagikan berbagai cara agar bisa memikat hati di penjualan secara daring untuk produk rumahan, seperti sambal. Dalam memulai bisnis, kata dia, hal paling nikmat adalah menyukai produk tersebut. “Paling enak itu suka dulu. Karena awal usaha itu banyak masalah dan kendala. Kalau sudah suka, maka masalah itu jadi tidak begitu dirasakan,” ucapnya.

Dia mengaku, dirinya memang penyuka sambal. “Suka sambal, tapi tidak berarti suka pedas sampai panas. Oleh karena itu, bagaimana sambal dibuat itu pedasnya bisa dinikmati. Tidak asal pedas,” tuturnya.

Perempuan asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan itu berkolaborasi dengan sang mama untuk meracik sambal yang dijualnya di dalam satu botol kecil. Sejak awal berjualan pada 2019 lalu, Relda, sapaan akrab Ivana Marelda, sudah melakukan promosi dengan media pemasaran utama di media sosial hingga marketplace. Mulai dari WhatsApp, Instagram, Shopee, dan kini merambah Tiktok. Itu sudah dilakukan hingga per harinya pemesanan bisa mencapai ratusan botol.

Menurutnya, berjualan secara daring itu tidak semudah yang orang kira. Apalagi, jualan daring juga semakin banyak pesaing. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah produk terlebih dahulu. Bagaimana rasa, kemasan, hingga pengiriman aman sampai di tangan konsumen. “Oleh karena itu, kemasan harus diperhatikan betul saat memilih jalur pemasaran daring. Karena memakai jasa pihak ketiga untuk pengiriman,” tuturnya.

Hal lainnya, setiap aplikasi yang bisa menjual secara daring juga perlu dicoba. “Dulu ada marketplace, seperti Shopee ataupun Tokopedia. Sekarang mulai ada pemasaran lewat live video, yaitu Tiktok. Ke depan mungkin ada lagi. Oleh karena itu, terus diikuti dan dicoba,” terangnya.

Karena pemasaran daring juga mengandalkan gambar dan video, maka jangan ragu untuk mengeluarkan bujet untuk membuat foto dan video yang bagus. Bahkan, bila perlu memberikan gratis ke konsumen agar bisa posting ke media sosialnya. “Rajin-rajin promosi,” terang perempuan 24 tahun itu.

Sesekali melakukan live untuk menjual sembari memberikan beberapa promo atau diskon khusus. Dengan cara itu, dia mengatakan, bisa memancing konsumen lebih banyak lagi.

Produk sambalnya juga terus di-update. Hal itu dilakukan agar konsumen mencoba yang lainnya. “Kalau sudah cocok sambalnya, ada hasrat untuk beli lagi dan penasaran varian baru,” tuturnya.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember itu telah berpengalaman di dunia usaha. Jauh sebelum memasarkan produknya ke marketplace, soal perizinan sudah diurus terlebih dahulu. Sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sudah dikantonginya. Itu juga yang menjadi faktor kepercayaan konsumen untuk membeli sambalnya. Selain pertimbangan rasa, keraguan tentang kebersihan dan kualitasnya bisa ditepis dengan nomor magic PIRT yang tertera di label botol.

Kini omzet yang bisa didapat dari berjualan sambal bisa mencapai Rp 10 juta per bulannya. Alumnus magister Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang itu menjelaskan bahwa jaringan memengaruhi bisnis yang digelutinya. Pertemuannya dengan berbagai orang membawanya pada kemudahan konsumen datang. Dari mulut ke mulut secara tidak langsung promosi bisa terjadi

Meningkatkan kualitas adalah komitmen yang dipegang. Memastikan setiap bahan yang dipakai segar dan dipilih sebaik mungkin. Termasuk dalam hal kemasan, hingga tampilan yang menarik pembeli. (sil/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#UMKM #sambal