BACA JUGA : Jukung Kandas, Dua Nelayan Puger Terombang-Ambing di Jalur Plawangan
Kusnadi, penjual edamame di Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, yang sudah berjualan sejak sebelum pandemi Covid-19, menjelaskan, edamame banyak disenangi warga. Sebab, mengandung banyak manfaat dan menyehatkan. “Edamame tak hanya enak, namun cara mengolahnya praktis,” ujarnya. Saat ini edamame banyak dijual di pasaran dan di pinggir jalan, termasuk edamame kemasan.
Menurut pria asal Lingkungan Kaliurang tersebut, warga yang mengonsumsi edamame akan merasa kenyang. Nah, bagi warga yang membeli edamame dalam jumlah banyak, sebaiknya memperhatikan cara menyimpannya agar bisa bertahan lama tanpa kehilangan sedikit cita rasa. “Sebaiknya mengonsumsi edamame sesegera mungkin, jika disimpan di suhu ruangan biasanya awet 1-2 hari saja,” ujarnya.
Edamame menurutnya harus dibersihkan dan direbus setengah matang terlebih dahulu. Perebusan edamame setidaknya memakan waktu selama 15-20 menit. “Biasanya setelah direbus, tunggu dulu sampai edamame dingin. Lalu, bisa diletakkan di dalam boks atau styrofoam,” ujarnya.
Selanjutnya jika ingin edamame lebih awet, bisa diletakkan di dalam freezer. Jangan hanya diletakkan di dalam kulkas saja. “Karena, jika diletakkan di dalam kulkas tidak akan seawet diletakkan di dalam freezer,” katanya. Di dalam freezer, edamame bisa awet sampai berbulan-bulan, bahkan sampai 3-4 bulan.
Jika ingin edamame awet, sebaiknya simpan di freezer, namun dalam keadaan disimpan dalam wadah. Apabila ingin mengonsumsi edamame yang segar, bisa sesegera mungkin dikonsumsi. Perlu diingat, sebelum dibekukan atau disimpan di dalam freezer, edamame harus dimasak atau direbus terlebih dahulu. “Setelah matang dan edamame dingin, barulah bisa diletakkan di dalam freezer,” pungkasnya. (mg1/c2/nur) Editor : Safitri