Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pelihara Ayam Hias Berbagai Negara, Pemuda di Jember Raih Puluhan Juta

Maulana Ijal • Selasa, 27 September 2022 | 00:51 WIB
UNGGAS CANTIK : Sauqi Kharisma, 28, pembudidaya ayam hias di Jenggawah, Jember, menunjukkan salah satu koleksinya yaitu ayam ekor panjang jenis onagadori dari Jepang, Senin (26/9).
UNGGAS CANTIK : Sauqi Kharisma, 28, pembudidaya ayam hias di Jenggawah, Jember, menunjukkan salah satu koleksinya yaitu ayam ekor panjang jenis onagadori dari Jepang, Senin (26/9).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Berawal dari kesukaannya terhadap ayam hias, seorang pemuda di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Jember, berhasil membudidayakan unggas cantik tersebut. Jenis yang ia budidayakan bermacam-macam dan berasal dari berbagai negara. Omzet yang ia raup pun cukup besar, mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Sauqi Kharisma, memulai budi daya ayam hias yang ia beri nama Kharisma Farm ini sejak 2017 lalu. Awalnya ia juga menyediakan hewan-hewan yang lain mulai dari reptil, mamalia sampai unggas. “Lima tahun ini, akhirnya milih buat fokus ke ayam dan burung saja. Tapi kalau ada yang ingin pesan binatang yang lain, bisa dilayani,” jelas pemuda 28 tahun tersebut saat ditemui, Senin (26/9).

Dalam budidaya ayam hiasnya, ia memiliki koleksi yang bermacam-macam. Ada jenis onagadori dari Jepang, phoenix dari Jerman, ekor lidi dari Vietnam dan Thailand, black Sumatra dan cemani dari Indonesia, brahma dari India, golden pheasant dari Tibet dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Berawal dari Hobi, Warga Jember Raup Belasan Juta dari Koi

Perawatan ayam hias, menurut Sauqi, hampir sama dengan jenis ayam yang lain. Makanannya mulai dari pur, konsentrat, beras jagung dan merah sampai ulat. Kemudian untuk tambahan, biasanya ia memberikan vitamin dan extra fooding untuk menambah nafsu makan dan birahi unggas tersebut.



Pemasaran ayam-ayam tersebut sudah mencapai ke luar pulau seperti Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. “Pemesanannya bisa melalui Facebook, Instagram dan TikTok. Untuk pengirimannya saya gunakan garansi penuh, jadi kalau ada yang mati ketika dikirim bisa dikembalikan,” terang Sauqi.

Harga yang dibanderol untuk ayam hias yang dia budidayakan cukup relatif. Tergantung pada jenis dan keindahannya. “Kalau dari yang masih kecil bisa ratusan ribu. Untuk yang lebih dewasa, mulai dari Rp 2-3 jutaan per ekor,” ujar Sauqi

Selain sebagai hewan peliharaan, hewan ini juga untuk dikonteskan. Sehingga, ayam yang diproyeksikan untuk kontes dapat dibanderol lebih tinggi lagi. “Harganya mulai belasan sampai puluhan juta rupiah. Kalau saya sendiri masih belum pernah menang, cuma menyediakan dan membantu dalam perawatan kalau ada yang mau ikut kontes,” ucap Sauqi.

Budidaya yang dimiliki Sauqi ini tidak hanya membudidayakan ayam, tetapi juga ada burung. Ke depannya, ia berharap bisa menambah koleksi jenis unggas yang ada di tempatnya. “Kepingin nambah merak. Dulu pernah, tapi tidak ditempatkan di sini. Jadi kepingin lagi dan dikembangbiakkan di tempat ini,” pungkas Sauqi. (*)

Foto  : Noer Fajriyatul Maslahah

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Ayam Hias