BACA JUGA : Hacker Bjorka Terus Umumkan 'Dapur' Pemerintahan Indonesia
Hal itu dibenarkan oleh Ketua Kelompok Nelayan Pantai Papuma (KNPP) Riyadi Nur Rohman. Sudah hampir sepekan ini para nelayan memilih memperbaiki jaring maupun mesin yang rusak daripada melaut. "Sepekan terakhir semua nelayan di sini pada takut mau cari ikan. Kapal kami kecil, kalau cari ikan di cuaca seperti ini sama aja cari mati," katanya.
Para nelayan tidak melaut karena lebih mementingkan keselamatannya dibanding mata pencariannya meski pendapatan mereka akan berkurang. Untuk saat ini para nelayan lebih memilih untuk memperbaiki jaring, mesin, dan kapal. Mereka juga manfaatkan waktu untuk berbenah supaya nanti ketika cuaca sudah membaik bisa melaut secara optimal.
Kapal yang melaut saat ini hanya yang berbobot tonase di atas lima gross tone seperti kapal freezer. Kapal yang tak menjaring dari kapal lain atau bongkar angkut ikan di tengah laut.
Adapun hasil tangkapan ikan sebelum mereka berhenti melaut, kata dia, sebagian besar ikan tongkol, layang, tenggiri, dan lemuru. "Namun, untuk harga ikan masih relatif stabil," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Tetapi, ada kemungkinan harga ikan dalam waktu dekat akan naik. Bukan karena cuaca, tapi harga BBM saat ini yang memengaruhi naiknya harga ikan.(mg6/bud) Editor : Safitri