Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Keripik Buatan Warga Desa Sidomulyo Jember Berpotensi Ekspor

Maulana Ijal • Jumat, 9 September 2022 | 00:46 WIB
POTENSI DESA: Keripik talas Ketakasi dari Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Produk UMKM ini berpotensi menjadi produk makanan ekspor.
POTENSI DESA: Keripik talas Ketakasi dari Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember. Produk UMKM ini berpotensi menjadi produk makanan ekspor.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember, terkenal dengan jumlahnya yang banyak dan beragam. Salah satunya adalah keripik talas. Produk ini dihasilkan oleh Maghfiroh, 37, yang pemasarannya dibantu oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Maghfiroh mengatakan, keripik talas yang ia produksi bersama sang suami sejak empat tahun silam ini, disenangi banyak kalangan. Terutama, ketika disuguhkan pada acara-acara desa yang melibatkan orang-orang dari luar Sidomulyo. Sehingga, untuk memudahkan pembeli, produk tersebut disediakan di koperasi yang berada di bawah naungan BUMDes.

Produksi keripik dilakukan ketika persediaan di koperasi sudah habis atau ketika ada pesanan. Setiap produksi, Maghfiroh dapat menghabiskan tujuh kilo talas. Produk kudapan itu dikemas dalam plastik klip seberat 300 gram. Ada dua varian rasa, original dan pedas manis. Setiap kemasan dibanderol dengan harga masing-masing varian Rp 15.000 dan Rp 16.000.

BACA JUGA: Gali Potensi Sidomulyo, Dosen dan Mahasiswa UIN KHAS Jember Lakukan Riset

Hanya saja, keripik talas tersebut masih dijadikan satu dengan brand kopi asli Sidomulyo, Ketakasi. Belum dikasi nama sendiri. “Awalnya karena ada pesanan dari Blimbingsari, tapi harus ada mereknya. Jadi dari desa menyarankan agar diberi nama Ketakasi. Sama dengan kopi,” jelas Maghfroh.

Dalam perjalanannya, produk tersebut mengalami hambatan ketika didaftarkan untuk mendapat legalitas Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan sertifikasi halal. Hal ini karena masih berada di bawah merek yang sama dengan kopi. “Masih mencari nama baru. Tapi karena masih banyak pesanan juga dari luar, kami belum dapat,” ungkap Maghfiroh.

Sementara itu, Direktur BUMDes Sidomulyo Sudarmaji mengungkapkan, desa sedang memiliki program untuk mengekspor produk-produk UMKM. Pemasaran ke luar negeri tersebut akan dilakukan ke Turki setelah memiliki izin legalitas dan sertifikasi halal. Termasuk produk keripik talas tersebut.

“Karena masih banyak yang belum legal, jadi kami pantau dulu bagaimana komitmen produsennya. Kalau dianggap layak untuk diekspor, BUMDes siap bantu dalam prosesnya,” kata Sudarmaji.

Maghfiroh menambahkan, ia siap jika nanti produknya akan diekspor. Asal dari desa benar-benar membantunya dalam pengurusan administrasi. “Saya bersedia kalau memang akan diekspor. Pokoknya dibantu pengurusannya, karena saya sendiri juga tidak paham seperti apa perizinannya,” pungkas Maghfiroh. (*)

Foto   : Noer Fajriyatul Maslahah untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Produk UMKM #Desa Sidomulyo