Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pedagang Tahu Kocek Terpaksa Pakai Cabai Hijau

Safitri • Senin, 18 Juli 2022 | 20:25 WIB
BERTAHAN: Penjual tahu kocek menyiasati mahalnya cabai rawit merah dengan memakai cabai hijau.
BERTAHAN: Penjual tahu kocek menyiasati mahalnya cabai rawit merah dengan memakai cabai hijau.
SUMBERSARI, Radar Jember - Saat ini, harga bahan baku makanan sudah mulai merangkak naik. Begitu juga dengan harga cabai di Jember. Banyak sekali para penjual makanan yang menggunakan cabai sebagai andalan cita rasa. Salah satunya pedagang tahu kocek. Walau harga cabai naik, penjual tahu kocek punya cara agar sambalnya tetap pedas.

BACA JUGA : Pasar UMKM Pakai Tema Budaya Tempo Dulu

Farida, 41, penjual tahu kocek di Jalan Kalimantan, mengaku menyiasati kenaikan harga cabai rawit dengan menggunakan cabai hijau. “Cabai hijau per kilogram harganya Rp 70 ribu. Setiap hari saya membeli satu setengah kilogram,” ujarnya.

Menurut Farida, cabai hijau lebih pedas daripada cabai rawit merah biasa. Namun, cabai rawit hijau yang dibeli adalah cabai hijau tua. Cabai itu biasanya dipakai oleh penjual gorengan. Walau begitu, Farida punya cara agar racikan cabai hijau itu tetap pedas dan nikmat, tak kalah dengan sambal dari cabai rawit merah.

Menyikapi harga cabai yang mahal, Farida juga memberikan siasat untuk mengurangi cabai. “Biasanya para pembeli request cabai 20 atau 25. Saya kasih cabai maksimal 15,” sambung Farida.

Memakai cabai hijau juga punya keuntungan. Salah satunya lebih tahan lama daripada cabai merah. “Cabai rawit merah itu cepat busuk,” paparnya.

Harapan ke depannya, semoga harga cabai normal lagi. Bila cabai terus naik, Farida juga bingung memakai siasat apa agar jualan tahu kocek itu tetap pedas dan diminati pembeli. (mg1/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Kuliner #Jember #cabai