Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kerajinan Makrame Diminati Hingga Pasar Luar Negeri

Safitri • Jumat, 15 Juli 2022 | 16:18 WIB
SUDAH EKSPOR: Meli Andani, salah seorang pengusaha kerajinan makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari. Kini produknya sudah mulai dipasarkan ke beberapa negara Benua Eropa.
SUDAH EKSPOR: Meli Andani, salah seorang pengusaha kerajinan makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari. Kini produknya sudah mulai dipasarkan ke beberapa negara Benua Eropa.
LAMPEJI, Radar Jember – Industri kerajinan memiliki jenis yang beragam. Mulai dari industri kerajinan tanah liat, kayu, serat alam, logam, hingga barang bekas. Salah satu kerajinan tangan yang sedang diminati saat ini yaitu makrame. Kerajinan makrame adalah kerajinan tangan yang menggunakan tali dengan membuat simpul-simpul sehingga terbentuk motif-motif tertentu. Motif-motif tersebut bermacam-macam, ada yang kotak-kotak, panah, tengahnya berwarna, dan lain-lain yang terbentuk dari hasil kreativitas masing-masing perajin.

BACA JUGA : Tak Ada Bukti Kesalahan Juri, Hakim Tolak Banding Amber Heard

Salah satu perajin makrame di Desa Lampeji, Mumbulsari, adalah Meli Andani, 37, yang berhasil melebarkan sayap produknya hingga pasar luar negeri. Meli mulai merintis pembuatan makrame sejak tahun 2015 silam. Awalnya Meli merantau ke Pulau Bali dan terinspirasi dari kerajinan warga lokal. Meli pun berburu bahan dasarnya mulai dari perak, kerang, sampai batok kelapa.

Meli pun bertekad membuat makrame sendiri. “Saya terinspirasi dari kerajinan di Bali. Seperti melukis, mengukir, menganyam, dan masih banyak lagi. Makrame ini jenis kerajinan tangan dari bahan dasar benang katun,” ujarnya.

Berkat jerih payahnya, Meli mulai mendapatkan pundi-pundi omzet hingga ratusan juta. Satu makrame dia jual dengan harga bervariasi. Mulai dari paling murah Rp 5 ribu sampai ada yang dibanderol Rp 2 juta. Semakin mahal makrame, makin rumit pula tingkat pembuatannya.

Meli tak sendiri membuat makrame tersebut. Dia akhirnya menggandeng warga sekitar rumahnya. Bahkan sementara ini, karyawan Meli sudah sampai 50 orang. Namun, pembuatan makrame itu tak langsung dikerjakan di rumah Meli. Para karyawannya membawa pulang bahan untuk dikerjakan di rumah mereka masing-masing.

Makrame Meli belum banyak diminati pasar dalam negeri. Namun, produknya justru sudah banyak diekspor ke luar negeri.

“Kalau di masyarakat sekitar jarang peminatnya. Bahkan kota besar seperti Surabaya pun sedikit pemesanannya. Yang sering kami kirim itu ke Australia dan Belanda,” ujar Rosyidi, suami Meli.

Untuk penjualannya kini tak lagi perorangan. Melainkan banyak perusahaan luar negeri langsung yang memesan produk Meli. “Jadi sudah perwakilan perusahaan yang  membeli makrame saya,” pungkas Meli. (c2/bud)

  Editor : Safitri
#Jember #Kerajinan