Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Setelah Momen Idul Adha, Harga Ayam Berangsur Turun

Safitri • Senin, 11 Juli 2022 | 20:14 WIB
BERTRANSAKSI: Abdul Hasyim, pedagang dading ayam, saat melayani konsumen yang sedang membeli di lapaknya, Pasar Tanjung, kemarin (10/7).
BERTRANSAKSI: Abdul Hasyim, pedagang dading ayam, saat melayani konsumen yang sedang membeli di lapaknya, Pasar Tanjung, kemarin (10/7).
JEMBER KIDUL, Radar Jember - Pada musim Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, ayam potong sudah menjadi lauk andalan untuk dihidangkan saat perayaannya. Meski pada Hari Raya Kurban, harga ayam potong melejit hingga tak masuk akal. Para pembeli mengeluhkan hal itu. namun, para penjual juga terbatas pada ketersediaan.

BACA JUGA : Omzet Belum Naik, Penggiling Daging Belum Banyak Orderan

Abdul Hasyim, pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan, harga satu kilogram ayam potong tembus Rp 45 ribu, kemarin. Harga itu, kata dia, sudah mengalami penurunan dari Rp 50 ribu per kilogram, sehari sebelumnya Idul Adha. “Kemarin sore (Sabtu, Red) masih tinggi-tingginya harga ayam,” ujarnya, kemarin (10/7).

Dia mengungkapkan bahwa tingginya harga ayam karena minimnya pasokan. Banyak peternak dan pabrik ayam yang tutup, dan untuk sementara tidak mendistribusikan ayam. Karenanya, stok yang ada di pasar sedikit. kemudian, harga menjadi tidak terkendali lantaran permintaan meningkat.

Rita, yang juga merupakan pedagang ayam di Pasar Tanjung, mengatakan bahwa dirinya menjual ayam dengan harga Rp 45 ribu per kilogram. “Kemarin menjelang Idul Adha banyak yang mencari,” tuturnya.

Sementara itu, masyarakat juga sempat mengeluhkan ketidakwajaran harga ayam potong. Seperti Sholehati, warga Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, yang mengeluhkan bahwa dia tidak jadi membeli ayam di Pasar Rambipuji. Alasannya karena harganya yang terlalu mahal. “Satu kilogram Rp 75 ribu saat membeli, Sabtu kemarin,” katanya.

Begitu pula dengan Oktavia, yang mengurungkan niatnya membeli ayam, sehari sebelum Idul Adha. Penyebabnya sama, warga Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, itu mendapati harga ayam potong mencapai Rp 70 ribu per kilogram di Pasar Kalisat. Kemudian, saat mencarinya di Pasar Arjasa, dia tidak menemukan pedagang ayam satu pun, karena stoknya kosong. “Mahal dan susah sekali cari ayam,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jember Bambang Saputro saat dikonfirmasi menyebut, hal itu terjadi karena momentum Idul Adha. Kenaikan harga bahan pokok dan penting (bapokting) menjelang Lebaran sudah biasa terjadi. “Harga sembako di pasar tradisional biasanya naik,” katanya.

Namun, harga yang tercatat pada rekapitulasi harga bapokting Disperindag tidak sama dengan yang beredar di pasar tradisional. Harga ayam yang tercatat Rp 42 ribu di Pasar Tanjung dan Rp 40 ribu per kilogram di Pasar Rambipuji. “Harapan kami setelah Idul Adha, harganya bisa normal kembali,” harap Bambang. (mg8/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Idul Adha #Headline #Ayam