Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Omzet Belum Naik, Penggiling Daging Belum Banyak Orderan

Safitri • Senin, 11 Juli 2022 | 19:19 WIB
TURUN OMZET: Salah satu pengusaha penggilingan daging sapi, Ahmad Latep, ketika menggiling daging. Adanya wabah PMK membuat pendapatannya menurun.
TURUN OMZET: Salah satu pengusaha penggilingan daging sapi, Ahmad Latep, ketika menggiling daging. Adanya wabah PMK membuat pendapatannya menurun.
SUKOWONO, Radar Jember – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan sapi masih membuat masyarakat waswas. Imbasnya, di momen Idul Adha tahun ini penjualan pedagang sapi dan kambing pun menurun dibanding tahun lalu.

BACA JUGA : Kelahiran Bayi Mungil Jadi Momen Idhul Adha Teristimewa bagi Gilang Dirga

Efek domino itu pun terjadi kepada pedagang daging sapi di beberapa pasar. Tak hanya itu, dampaknya juga dialami penggiling daging serta rumah potong hewan.

Seperti yang diutarakan Ahmad Latep, salah satu pemilik penggilingan daging di Kecamatan Sukowono. Dia menuturkan, wabah PMK belum menurun di masyarakat. “Akibatnya sepi konsumen, dan omzet saya menurun drastis. Sebelum ada PMK masih banyak orang yang menggiling daging sapi di tempat saya. Namun, saat wabah PMK menyebar, semuanya berubah,” katanya.

Dirinya menjelaskan, harga daging sapi saat ini pun merosot 30 hingga 40 persen. Tak bisa dimungkiri, kemungkinan ke depan harga daging sapi bisa lebih murah. “Untuk omzet penggilingan daging sapi sejak adanya PMK jelas menurun. Dulu saya mampu menggiling daging sapi 25 sampai 50 kilogram per hari. Tetapi sekarang menurun sampai 50 persen lah,” pungkasnya. (c2/bud) Editor : Safitri
#Jember #PMK #daging