Salah satu kelompok yang menekuni pengumpulan bungkus kopi untuk dijadikan kerajinan ada di Desa Suci, Kecamatan Panti. Di sana, beberapa orang yang tergabung dalam Bank Sampah Larahan menyulap plastik bekas menjadi tas dan bernilai ekonomis. “Pembuatannya dua sampai tiga hari. Bergantung pada ukuran tas," kata Yuliati kepada Jawa Pos Radar Jember.
Koordinator bank sampah itu menyebut, bahan tas yang terbuat dari bungkus kopi cukup mudah didapat. Yaitu bungkus kopi saset yang ditabung warga. “Dibersihkan dulu, baru setelah itu dirangkai,” ulasnya.
Dikatakan, bungkus kopi yang disulap menjadi tas cantik terlebih dahulu dipilah. Merek dan warna bungkus kopi yang sama nantinya akan dirangkai dan dikombinasikan dengan warna lain. “Selain bungkus kopi, bisa juga plastik yang lain,” ulasnya.
Dengan kerajinan tas bungkus kopi itu, secara tidak langsung kelompok bank sampah di Desa Suci itu membantu pemerintah mengurangi limbah plastik masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Bahannya dikumpulkan dulu, baru dibentuk jadi tas,” timpal Siti Romlah, salah satu perajin tas unik dari bungkus kopi.
Selama ini, plastik menjadi salah satu momok yang diperangi oleh banyak orang, khususnya dalam urusan lingkungan hidup. Setiap hari, banyak sampah plastik yang masuk ke TPA. Andai saja semua plastik kopi di Jember dan Indonesia bisa diproduksi seperti tas yang terbuat dari bungkus kopi ini, setidaknya mengurangi kuantitas sampah plastik. (c2/nur) Editor : Safitri