Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Karantina, Cegah Ikan Mati

Safitri • Rabu, 22 Juni 2022 | 17:43 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Merawat ikan hias tidak boleh sembarangan. Jika sampai salah merawatnya, bisa fatal akibatnya. Untuk itu, perlu ketelatenan dan cara khusus agar ikan hias bisa tetap sehat dan tidak gampang mati.

BACA JUGA : Tim Malang di Sanksi, Ini Hasil Sementara Sepak Bola Porprov Jatim VII

Penjual ikan hias di Rest Area Jubung, Ifan Efendi, mengatakan, ikan hias tidak sama dengan ikan pada umumnya. Butuh ketelatenan dan kiat-kiat yang harus dilakukan agar kondisi ikan terjaga dan sehat. "Tidak semua orang bisa merawat ikan hias. Kalau tidak tahu caranya, bisa-bisa mati," jelas Ifan kepada Jawa Pos Radar Jember di tokonya, Jalan Brawijaya, Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (21/6).

Ada beberapa jenis ikan hias yang bisa menjadi pilihan bagi pemula. Memilih ikan jenis air tawar yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan perlakuan khusus, seperti ikan mas koki, neon, tetra, cupang, dan yang lainnya. "Perlu dipilih terlebih dahulu jenis ikan yang mau dipelihara agar nanti mudah menyesuaikan," terang Ifan.

Kemudian, setelah memilih jenis ikan yang hendak dipelihara, langkah selanjutnya adalah kolam atau akuarium harus diberi obat penetrasi terlebih dahulu. Hal itu agar kondisi air steril dan suhunya normal. "Ikan yang baru dibeli, sebelum dimasukkan ke kolam, dikasih obat terlebih dahulu," imbuhnya.

Setelah itu, ikan yang masih dalam plastik tadi harus dikarantina terlebih dahulu selama 10 menit. Agar bisa beradaptasi dan tidak kaget dengan lingkungan barunya. Setelah itu dimasukkan bersama plastiknya ke dalam air yang baru. "Jangan langsung taruh di kolam. Harus dikarantina terlebih dulu dengan cara memasukkan plastik yang berisi ikan tadi ke kolam," ujarnya.

Kemudian, lakukan perawatan rutin seperti mengontrol pemberian makanan, membersihkan kolam setiap saat, dan mengganti air selama 15 hari sekali. Namun, yang paling baik air kolam diganti 4 hari sekali. "Kalau bisa mengganti airnya selama 4 hari sekali," timpalnya.

Perawatan selanjutnya, selama 2 hari sekali ikan hias tersebut harus terkena sinar matahari. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Kalau secara langsung, minimalnya 10 menit. "Secara langsung selama 10 menit, selebihnya kondisional," ucap Ifan.

Terakhir, lanjutnya, akuarium harus tersedia water pump atau gelembung udara. Fungsinya agar ikan hias tersebut sehat dan kondisi air tetap hidup, meskipun ada beberapa jenis ikan hias yang tidak membutuhkan itu, seperti cupang. "Kalau cupang tidak masalah. Tapi, kalau koi, ikan mas, dan yang lainnya butuh gelembung udara," pungkasnya. (mg6/c2/nur) Editor : Safitri
#Solutips