BACA JUGA : Terkendala Anggaran Batal Tambah Kamera Jalan
Dikatakan, dia memiliki tanaman hias yang mulai langka, yaitu pohon pulai. Pohon pulai atau pule, menurut Erik, menjadi salah satu andalannya. Bentuknya unik, besar, dan usianya diklaim sudah sangat tua. “Usianya sekitar 200 tahun,” kata Erik.
Pemilik rumah Palugada Nursery yang tinggal di Desa/Kecamatan Ajung ini menyebut, pohon pulai dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Mencapai Rp 100 juta. Ukuran pulai tidak minimalis seperti tanaman hias yang lainnya. Namun, lingkar tanaman sekitar 6, 5 meter. Pulai dalam bahasa Madura dikenal dengan sebutan polai. “Tinggi kurang lebih 10 meter,” imbuhnya.
Erik menceritakan, pohon besar yang berada di halaman rumahnya itu merupakan tanaman termahal di antara tanaman hias lainnya. Meskipun sepintas tidak terlihat seperti tanaman hias, namun harga yang dipatok untuk tanaman pulai itu cukup fantastis.
Pria ini mengisahkan, tanaman pulai miliknya merupakan pemberian dari seorang temannya yang menjabat sebagai pak tenggi atau kepala desa di Ledokombo. Waktu itu, dirinya diberi secara cuma-cuma oleh temannya. "Dikasih cuma-cuma oleh teman. Karena saya pebisnis, saya ganti uang Rp 1 juta," terang Erik dengan raut wajahnya yang semringah.
Meski terbilang cuma-cuma, pemindahannya menghabiskan biaya yang cukup besar. Yaitu Rp 10 juta. “Ini kan diameternya lumayan besar, jadi cukup sulit mindahnya," jelas Erik.
Guru di SD Pancakarya itu menyebut, pohon pulainya mulai dibawa ke halaman rumahnya sejak Desember 2020. Sat itu, pohon tersebut tidak langsung diberdirikan, melainkan dilakukan penyesuaian dengan cara ditidurkan. "Pertengahan Juli 2021, pohon besar itu mulai diberdirikan," ujar Erik di halaman rumahnya.
Dikatakan, pohon pulai itu perkiraan sudah berumur 200 tahun. Klaim itu dilihat dari bentuk hingga tekstur batangnya yang terlihat sudah sangat tua. Namun, dengan dahan dan daun yang masih baru, menjadikan pohon itu tampak terlihat asri dan rindang. "Perkiraan umur tanaman ini berusia 200 tahun. Tanaman ini mudah beradaptasi," urainya.
Dengan bentuk yang unik dan besar, tanaman ini dibanderol dengan harga Rp 100 juta. Menurutnya, sejak pohon itu berada di sekitar rumahnya, sudah ada yang menawar hingga Rp 55 juta. "Saya tidak menghargai bendanya, karena bagi saya tanaman ini sangat unik dan istimewa," tuturnya.
Pohon dengan ukuran lingkar 6,5 meter itu tumbuh secara alami. "Jadi, tidak ada pembentukan khusus. Paling hanya dipotong karena terlalu tinggi," ucapnya.
Saat ini, pohon pulai cukup sulit didapat. Sebab, pohon tersebut sudah banyak diburu oleh masyarakat. "Ciri tertentu dari pohon ini, daunnya tidak mudah rontok serta pertumbuhannya lamban dan rindang," pungkasnya. (c2/nur) Editor : Safitri