Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Telur Ayam Ras, Ikan Segar, dan Bawang Merah Picu Inflasi Mei 2024

Safitri • Kamis, 2 Juni 2022 | 22:12 WIB
Caption Foto : Tangkapan layar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/6/2022).
Caption Foto : Tangkapan layar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/6/2022).
JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono,  terjadinya inflasi pada Mei 2022 yang mencapai 0,4 persen (mtm) dipicu oleh komoditas telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah.

BACA JUGA : Jalan Mulus dan Kontur Elevasi Beragam di Yogya

Komoditas telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah ini masuk dalam kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang memberi andil terbesar dari 11 kelompok pengeluaran terhadap inflasi Mei.

“Penyumbang terbesar dari kelompok pengeluaran berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,2 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Telur ayam ras tutur Margo, merupakan penyumbang utama terjadinya inflasi secara keseluruhan yaitu memiliki andil sebesar 0,05 persen.

Dia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan BPS terhadap 90 kota, hal ini terjadi akibat kenaikan harga pakan ayam dan tingginya permintaan karena adanya kenaikan harga telur ayam ras di berbagai kota.

Sementara kenaikan harga ikan segar memiliki andil sebesar 0,04 persen yaitu diakibatkan oleh cuaca buruk yang melanda di berbagai perairan di nusantara sehingga banyak nelayan yang tidak bisa melaut dan menyebabkan suplai terbatas.

Sedangkan bawang merah memberikan andil sebesar 0,04 persen yang disebabkan karena sedikitnya pasokan bawang merah dari daerah sentra produksi dan belum pulihnya distribusi pasca Lebaran.

Selain itu, inflasi Mei sebesar 0,4 persen (mtm) turut dipicu oleh kelompok pengeluaran transportasi dengan andil mencapai 0,08 persen.

Kelompok pengeluaran transportasi sendiri mengalami inflasi sebesar 0,65 persen pada Mei 2022 karena kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,07 persen. “Kenaikan tarif angkutan udara terjadi karena tingginya permintaan menjelang Lebaran dan arus balik,” ujarnya. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/AstridFaidlatulHabibah.

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#Inflasi