Pasar yang beroperasi dini hari tersebut tetap diramaikan oleh pedagang pada malam Lebaran. Mereka menghabiskan stok dagangan hingga menjelang Lebaran. Kendati harga sayur mengalami kenaikan, para pembeli tetap meramaikan pasar tradisional tersebut. Bahkan sampai menjelang Subuh, pembeli masih nyaman tawar-menawar dengan pedagang.
"Sayur sekarang naik. Imbas dari kenaikan beberapa bahan pokok kemarin. Namun, tetap saya jual dengan memilah beberapa macam sayur yang paling dibutuhkan konsumen, karena menjelang Lebaran daya beli masyarakat meningkat," kata Umi Kulsum kepada Jawa Pos Radar Jember. Dia juga mengaku mendatangkan sayuran dari Pasar Tanjung.
Hal ini yang mendorong para pedagang sayur untuk tetap berjualan sampai malam takbiran. "Akhirnya kami tetap memilih jualan sampai akhir Ramadan, untuk memenuhi kebutuhan konsumen," imbuhnya. Umi menjual beberapa jenis sayur hijau yang paling banyak diminati oleh konsumen.
"Di sini ada sawi, kenikir, kangkung, bayam, dan jagung manis. Itu juga sayur-sayuran yang sering dikonsumsi pelanggan saya," tutur perempuan asal Kelurahan Mangli tersebut. Jenis sayuran hijau yang dijual Umi masih sangat segar. Tentu wajar jika dagangannya sering ludes sebelum matahari terbit.
Penyeimbang kenaikan harga bahan pokok termasuk sayur-sayuran hijau adalah meningkatkan daya beli masyarakat. Sebagaimana momentum Lebaran kali ini, daya beli masyarakat meningkat. Karena itu, meskipun harga naik, pembeli tetap ramai. (mg4/c2/nur) Editor : Safitri