Menurutnya, jaring yang diperbaiki akan langsung dipakai untuk menangkap cumi-cumi. Samsul menyebut, sudah beberapa hari terakhir terjadi angin kencang dan gelombang tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk melaut ke tegah. Dia pun memilik untuk mencari cumi-cumi di pinggir pantai.
Pria ini bisa dibilang sebagai nelayan senior khusus perahu atau jukung. Maklum, dirinya sudah mengarungi lautan sejak tahun 1970-an. Saat itu, belum banyak kapal-kapal besar di Puger. Dia sudah bekerja menjadi nelayan.
Meski sudah lama, Samsul sampai saat ini tetap menggunakan perahu yang panjangnya sekitar empat meter. Hal itu dilakukan karena dirinya tidak cukup uang untuk membeli perahu atau kapal yang lebih besar. “Itu puluhan juta, saya tidak ada uang,” ulasnya.
Meskipun dirinya memakai perahu kecil, namun semangatnya bekerja tetaplah besar. Samsul mengaku bersyukur karena selama ini dirinya bisa hidup bersama keluarganya meski hanya dengan menangkap ikan dengan perahu kecilnya.
Jurnalis : mg1
Fotografer : mg1
Redaktur : Nur Hariri Editor : Safitri