Usaha ini bermula dari kebiasaan Dewi yang mengonsumsi jus sayur untuk kesembuhan penyakit gerd yang dideritanya sejak 2018 silam. Gerd adalah penyakit pencernaan. Asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan. Gejala bawaan biasanya mengalami cemas yang tak wajar, insomnia, dan sesak napas. “Selain sakit pada pencernaan, gerd ini juga membuat saya sering cemas berlebihan,” ungkapnya, kemarin (9/9).
Ia pun telah berobat ke mana-mana. Bahkan, Dewi mengaku sampai berganti tiga dokter spesialis. Dia juga sering keluar masuk UGD. Merasa putus asa karena tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat, ia lantas mencoba pengobatan alternatif, yaitu akupunktur. “Lumayan lebih baik. Badan lebih enteng,” akunya.
Ia pun mulai tertarik mengikuti gaya pengobatan Bu Putu, yang kala itu populer di kalangan penderita gerd. Bu Putu merupakan seorang penderita gerd yang saat ini sudah sembuh dari penyakitnya. Ia sering membagikan teknik pengobatan yang dipelajarinya dari luar negeri melalui akun media sosialnya. Resepnya adalah rutin mengonsumsi berbagai jus sayur setiap hari. Selain itu, menghentikan konsumsi makanan yang berbahan dasar tepung.
Dewi pun mulai mengikuti teknik penyembuhan yang dilakukan itu. Hingga dia berkonsultasi dengan Bu Putu melalui akun media sosial. Dalam kurun waktu kurang lebih setahun, perempuan berhijab ini akhirnya sembuh. Gejala-gejala yang sebelumnya dirasakan berhasil sirna. “Sehari bisa dua gelas jus yang saya minum. Awalnya tidak enak. Hambar. Tapi, saya tidak mau sakit lagi,” ucapnya.
Dewi juga sering membagikan resep dan cerita kesembuhannya lewat media sosial. Hingga banyak yang tertarik untuk mengikuti jejaknya. Sebab, penderita gerd di Jember tidak sedikit. Hal ini pula yang membuat Dewi memutuskan untuk berjualan jus sayur.
Jus sayur milik Dewi diolah menggunakan alat slow juicer, bukan alat blender rumahan. Alat ini mampu menghaluskan sayuran tanpa harus mencampurnya dengan air. Karena itu, jus sayur milik Dewi murni dari sari sayuran yang dihaluskan hingga cair tanpa ada campuran air. Sebotol jus dia banderol dengan harga Rp 15 ribu.
Umumnya, sebotol jus yang dijual terdiri atas banyak jenis sayuran dan beberapa buah-buahan. Melalui produk ini, dia berharap akan ada banyak orang yang tergugah untuk menjalani hidup sehat dengan mulai mengonsumsi makanan organik dan herbal. “Sehari itu mesti bikin, paling enggak, ya, 10 botol,” pungkasnya.
Reporter : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona