"Mumpung masih muda, perbanyak ikut kegiatan," katanya, membuka pembicaraan dengan Jawa Pos Radar Jember, belum lama ini. Gadis berjilbab itu lantas mengisahkan perjalannya sebagai pejuang toga, meniti karir, sampai berwirausaha. Semua ia lakukan sekaligus, di kampus, di kosan, hingga di rumahnya, Dusun Salakan, Desa/Kecamatan Semboro.
Di kampus, kata gadis yang akrab disapa Ega ini, dia menjadi aktivis kampus dengan aktif di kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U). Kecintaannya terhadap kegiatan dan event juga sempat mengantarkannya melancong ke berbagai kota dan daerah di luar Jember. Namun, ia tetap tidak melupakan kewajiban akademiknya. Buktinya, Ega sempat dinobatkan sebagai Mahasiswa Prestasi (Mawapres) UM Jember periode tahun ini. "Mawapres dipilih berdasarkan keikutsertaannya di LKTI (lomba karya tulis ilmiah, Red), lalu aktif di organisasi, IPK, serta keaktifan di event," ucapnya.
Di periode bersamaan, Ega juga sempat tercatat sebagai salah satu brand ambassador di International Model United Nations 2021, sejenis forum internasional yang berisikan simulasi bagaimana perforuman yang sering kali dijalankan oleh PBB. "Di situ saya belajar banyak hal. Ketemu mahasiswa dari berbagai negara. Tahu bagaimana forum internasional itu membahas masalah-masalah dunia, seperti Covid-19, Palestina, dan lain-lainnya," kata mahasiswi 21 tahun ini.
Ketertarikan dalam dunia brand ambassador dan modeling juga sempat mengantarkannya sebagai Duta Kampus UM Jember Tahun 2021. Dari situ ia juga berkesempatan memperkenalkan almamaternya ke masyarakat luas. Sehingga kemampuan public speaking-nya kian teruji.
Itu masih di dalam kampus. Di luar kampus, di kosannya, mahasiswi semester tujuh ini tak mau berpangku tangan. Ia melahap habis waktu senggangnya dengan kegiatan produktif. Mulai dari usaha jual busana, hijab, bikin buket atau flanel, sampai bikin kue hadiah yang diraciknya sendiri. Semua usaha sampingan itu ia jalankan secara daring. Pemasarannya dari kenalan ke kenalan hingga media sosial.
Untuk menekuni usaha itu, ia juga tercatat sebagai peserta dalam pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Inkubator Bisnis UM Jember. "Kesibukan di kampus cukup banyak. Apalagi sudah mau semester akhir. Tapi, di luar kampus juga ada kesibukan mengisi waktu senggang. Semuanya masih sama-sama jalan," sambungnya.
Itu kesibukan di kampus dan luar kampus. Jika sudah balik kampung ke rumahnya, Ega juga mengaku punya usaha lain. Kali ini usahanya itu sesuai jurusannya bidang agroteknologi. "Di rumah juga bikin hidroponik untuk dijual. Kebetulan ayah saya bantu dan beberapa teman juga membantu usaha hidroponik ini," akunya.
Sebenarnya, Ega menaruh minat cukup tinggi di dua bidang yang saat ini ditekuni, brand ambassador dan dunia usaha, khususnya pertanian. Namun, hingga saat ini ia masih belum menentukan skala prioritas. "Yang pasti dijalani aja dulu semuanya. Saya masih ada rencana lanjut magister atau S-2, serta mengembangkan usaha saya," pungkasnya.
Reporter : Maulana
Fotografer : Ega Dwi For Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih
Editor : Ivona