Hobi dijadikan bisnis, begitulah kira-kira yang dijalankan Reza. Pria 28 tahun itu memulai usaha sejak saat mahasiswa pada 2013 lalu dan sebelum bekerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember. Kala itu, usaha yang dia geluti di Jember belum booming seperti beberapa tahun belakangan.
Dia mengaku, karena di Jember masih belum begitu familier dengan persewaan alat camping, maka masyarakat yang ingin menyewa kerap merasa tarifnya terlalu mahal. “Padahal dibandingkan kota besar, di Jember ini murah. Harga tendanya juga sama,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, ditambah semakin banyaknya pelajar hingga mahasiswa yang melakukan pendakian, lambat laun usahanya kian lancar. “Dulu yang suka main ke gunung itu, kalau tidak anak pecinta alam, Pramuka, atau yang suka adventure saja. Sekarang, anak-anak umum juga mulai bermain ke alam dan camping,” terangnya.
Kondisi pandemi yang mengakibatkan banyaknya tempat wisata ditutup, termasuk aktivitas pendakian, membuat usaha rental peralatan camping dan pendakian itu juga menurun drastis. “Persewaan sekarang sepi. Wisata ditutup. Jalur pendakian ditutup. Mahasiswa banyak yang pulang juga. Jadi, turun sampai 90 persen,” terangnya.
Beruntung, Reza ada jalan untuk bangkit dari keterpurukan usahanya yang terdampak pandemi Covid-19. Dia mencoba peruntungan baru dengan berbisnis alat pemadam api ringan (APAR). Rupanya, bisnis ini membuat usahanya bangkit. Pernah meniti kuliah di Teknik Elektro Universitas Jember menjadi bekal baginya mengembangkan usaha APAR tersebut.
Awalnya, dia hanya membetulkan HT, alat komunikasi berbentuk radio genggam. Kemudian, ada salah seorang pelanggannya yang bertanya tentang APAR. “Ya, diterima saja. Akhirnya tahu jalannya dan sampai sekarang juga ada usaha sampingan, yaitu APAR dan isi ulangnya,” pungkasnya.
Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona