Di tengah kasus korupsi Pasar Manggisan Jember yang sampai hari ini masih berjilid-jilid, nasib ratusan pedagang di pasar penampungan seperti digantung. Selain tak bisa menempati lapak mereka di pasar lama, di pasar relokasi itu kondisinya juga cukup memprihatinkan. Banyak lapak dan atap tempat dagangan mereka yang masih menggunakan terpal. Bahkan, sebagian besar terbuat dari bangunan semi permanen yang rawan kebakaran.
"Masih berharap bisa dipindah lagi. Dulu dipindah katanya untuk sementara, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi," kata Sukadi, pedagang sembako di pasar tersebut.
Menurut pedagang, alasan ingin dipulangkan kembali ke pasar lama itu lantaran dirasa lebih strategis di Pasar Manggisan ketimbang di pasar penampungan. Jika mereka pindah, pasar penampungan itu bisa kembali difungsikan sebagaimana sebelumnya, yakni sebagai Pasar Hewan Tanggul.
Sejauh ini, kasus korupsi yang membelit Pasar Manggisan sudah memasuki jilid kedua dengan agenda sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa MHS dan AS, yakni Direktur dan kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa, pemenang tender proyek Pasar Manggisan. Namun, pedagang di sini jelas tidak mengetahui bagaimana perkembangannya. Mereka hanya berharap bisa kembali ke pasar lama.
"Kami tidak mengerti kasusnya apa dan bagaimana. Yang diharapkan pedagang, bagaimana bisa jualan enak, pembelinya ramai," tambah Uswatun Hasanah, pedagang sembako lainnya di pasar itu. Kendati begitu, para pedagang ini tidak bisa berbuat banyak. Hanya berharap ada relokasi lagi ke pasar yang lama. Itu saja.
Reporter : Maulana
Fotografer : Maulana
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona