Ketika mengawasi outlet densan bisnis alad di Jalan Karimata, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, Yunita mengatakan, strateginya lebih banyak memaksimalkan berjualan dengan konsep take away. Dengan begitu, tidak sampai melanggar kebijakan PPKM lantaran para pembeli langsung membawa pulang barang pesanan. Jadi, tokonya sudah menyiapkan banyak paket salad take away. “Salad ini makanan praktis. Tinggal beli dan ready,” paparnya.
Warga Jalan Pajajaran II, Blok GG nomor 27, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari Jember, itu memaparkan, yang paling penting adalah memanfaatkan situasi dan melihat peluang meski kondisinya sedang sulit. Urusan take away, dirinya sudah lebih dulu khatam sebelum ada PPKM. Sebab, sejak awal model bisnisnya memang sudah begitu. Tinggal bagaimana mengenalkan produknya ke masyarakat hingga terus diingat. “Biasanya saya kerap memasang iklan atau posting di berbagai media sosial,” ujarnya.
Produk salad buah ini, menurut dia, sangat penting dikonsumsi bagi setiap orang. Apalagi saat pandemi seperti sekarang ini. Sebab, banyak warga yang membutuhkan asupan vitamin yang berasal dari buah-buahan. “Sehingga banyak yang order,” tuturnya.
Strategi bisnis berikutnya adalah menggunakan jasa endorse. Pada masa yang serba bergantung pada teknologi ini, dia menyebut, banyak orang yang memiliki banyak follower atau pengikut di akun media sosial. “Jadi, bisa bekerja sama untuk menawarkan barang dagangan kami,” lanjutnya.
Menurut dia, pola semacam itu sangat berpengaruh pada perkembangan bisnisnya terutaa di masa PPKM. Terutama jika bekerja sama dengan jasa endorse yang memiliki banyak pengikut di media sosial. Namun, yang tak kalah penting adalah terus berdoa dan sering membantu sesama. “Mau tidak mau, kita harus berbuat baik dan rajin berdoa agar usaha kita diberi kelancaran,” ucapnya.
Upayanya itu membuahkan hasil. Bahkan, di masa pandemic serta pemberlakuan PPKM ini, dia justru bisa membantu pemerintah dengan menciptakan peluang kerja baru bagi warga yang masih menganggur. “Alhamdulillah, ada sekitar 25 pegawai,” tuturnya.
Selain itu, dengan berkembangnya bisnis yang dirintis dengan dana awal Rp 350 ribu tersebut, kini malah bisa membantu usaha orang lain. Yakni dengan menitipkan sejumlah produk di outlet-nya.
Reporter : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona