Kementrian sosial segera menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk menekan dampak dari PPKM darurat ini. bantuan sosial tunai ini sebesar Rp300 ribu dan akan diberikan setiap bulan untuk BST bulan mei dan juni diberikan langsung sejumlah Rp600 ribu.
Bantuan sosial tunai ini target penyularannya akan menyasar 10 juta penerima bantuan perbulan. Penerima bantuan nontunai (BPNT) sebanyak 18,8 juta serta penerima program keluarga harapan (PKH) 10 juta. Teknis penyaluran BST ini akan dilakukan melalui kantor pos seperti biasa. Sedangkan untuk BPNT dan PKH disalurkan melalui jaringan bank-bank Negara (Himpara).
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan terkait 3,6 data di himbara yang belum bisa disalurkan karena data anomali atau tidak lengkap. Data anomali merupakan data yang telah padan dukcapil namun tidak bisa dilakukan pembukaan rekening di bank karena beberapa hal, seperti nama yang tidak sesuai format dan sebagainya untuk ini akan dilakukan perbaikan sehingga bansos dapat tersalurkan sesuai target.
“Permasalahan seperti inilah yang perlu segera kita perbaiki sehingga penyaluran bansos bisa dilakukan dan betul-betul mencapai target,” ucapnya dilansir dari Jawapos.com.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa kementrian atau lembaga terkait guna mempercepat penyaluran bansos. Sehingga bansos dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sesuai sasaran. Target utama dalam penyaluran bansos ini adalah mereka yang paling berdampak yang berada dikelas menengah kebawah.
"Mudah-mudahan paling lambat pada minggu kedua bulan juli bansos akan bisa disalurkan keseluruh pelosok Tanah Air kepada keluarga penerima manfaat yang membutuhkan," ujar Muhadjir.
Penyaluran bansos ini juga merupakan salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kemiskinan kembali sebelum masa pandemi.
Source: Jawapos.com
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih Editor : Alvioniza