Meski digelar secara daring, kegiatan yang dibuka dengan seminar nasional atau webinar ini tetap berlangsung meriah. Tema yang diangkat dalam webinar tersebut yakni 'Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Sebagai Upaya Akselerasi Dakwah Ekonomi Islam Indonesia yang Inklusif'. Dengan mendatangkan pemateri yang profesional, yaitu Prof Dr Murniati Mukhlisin Rektor Institit Agama Islam Tazkia Bogor, kemudian Dr Moehammad Fathorrazi Kaprodi Ekonomi Syariah Unej, Dr Imron Mawardi Ketua MES Jatim sebagai keynote speaker, serta Desva Kansa Vijonta sebagai moderator.
Ketua Panitia Temilreg FOSSEI Jatim 2021 Billy Dalfa menjelaskan, berkembangnya ekonomi Islam berasal dari kekuatan literasi yang dimiliki. Dengan banyaknya literasi, secara otomatis dakwah mengenai Ekonomi Islam akan berjalan dinamis dan mampu menghadapi tantangan baru. Terutama dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi, yang beberapa bulan ini berada dalam masa keterpurukan.
Baca juga : Inisiasi Aktivitas Penguatan Ekonomi
"Salah satu komponen berkembangnya ekonomi Islam itu berasal dari literasi. Itu salah satu alasan kita mengangkat tema ini, mengingat minimnya literasi dakwah ekonomi Islam di sekitar," katanya.
Oleh sebab itu, dalam agenda tahunan yang digelar selama tiga hari (24-26/6), FOSSEI Jatim juga membuka beberapa cabang lomba. Di antaranya, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), bussines plan, dan Olimpiade Ekonomi Islam. Kemudian juga dilanjutkan dengan diskusi regional atau debat ilmiah yang diikuti peserta LKTI, sebagai kelanjutan pembahasan satu tema besat dalam LKTI.
"Kita membahas satu topik, membahas satu gagasan. Selanjutnya ada FGD mengundang beberapa stake holder seperti bupati, MES Jatim, dan beberapa akademisi serta praktisi," tutur mahasiswa semester empat FEB Unej itu.
Sementara itu Akmal Fauzan Saputra, Koordinator FOSSEI Jatim mengatakan, literasi ekonomi syariah di Indonesia masih sangat minim. Sebelumnya, pihaknya melakukan riset secara kolektif bersama seluruh anggota FOSSEI. Hasil riset tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dalam pertemuan ilmiah ini.
"Kemarin kami menyebarkan kuesioner secara nasional. Hasil riset kami sebarkan kepada mahasiswa Ekonomi Islam dan terutama anggota FOSSEI. Jadi peserta lomba yang ikut LKTI itu datanya mengambil dari hasil riset kita," papar Akmal.
Hasil kesimpulan dari FGD yang digelar, dilanjutkan dengan diskusi lingkup nasional, yakni bersama pengurus FOSSEI pusat. Kemudian dilakukan konsolidasi untuk mendapatkan hasil akhir riset tersebut. "Nanti dibahas kembali di nasional hingga menjadi kesimpulan akhir, dan itu kita share ke empat stakeholder, yaitu akademisi, praktisi, pemerintah dan NJO," pungkasnya.
Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: FOSSEI for Radar Jember.
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri