RADAR JEMBER — Pembangunan jalan tol Prosiwangi (Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) yang dikabarkan akan melalui Paltuding, titik awal pendakian Kawah Ijen, menjadi topik hangat di media sosial.
Namun, kepastian mengena rencana tersebut masih belum ada.
Isu ini salah satunya muncul dari akun TikTok @prosiwangimedia.
Dalam postingannya, akun tersebut mengindikasikan bahwa Seksi 4 Tol Prosiwangi direncanakan akan melewati Paltuding Ijen ke arah Banyuwangi.
“Seksi 4 Tol Prosiwangi, Direncanakan Lewat Paltuding Ijen, Menuju Banyuwangi,” tulis akun tersebut, yang di lansir di suatu media, Rabu (7/10/2026).
Video ini sudah dilihat lebih dari 30.000 kali dan memicu berbagai reaksi dari netizen.
Beberapa dari mereka meragukan kelayakan rencana itu, sementara yang lain percaya bahwa rute ini dapat mempercepat perjalanan dan sekaligus menyuguhkan pemandangan alam yang menarik.
“impossible, ga bakal bisa. sdm kita blm nyampe bikin jalan tembus pegunungan ky di china,” tulis akun @Forever United.
Baca Juga: Tol Prosiwangi Berbayar Mulai 14 Oktober, Ini Rincian Tarifnya!
Disisi lain, akun @ERKA memberikan tanggapan positif.
“Wahhh keren ini … potong kompas dan view nya bagus,” tulisnya.
Anggota Komisi VI DPR RI yang mewakili Daerah Pemilihan III Jawa Timur, Nasim Khan, mengingatkan publik untuk tidak mudah menerima informasi seputar jalur Tol Prosiwangi sebelum ada kejelasan dari sumber yang dapat dipercaya dan keterangan resmi.
Menanggapi informasi bahwa jalur tol tersebut akan melintas di Paltuding, Nasim berpendapat bahwa rencana ini menghadapi sejumlah hambatan.
“Sulit mas, dari segala hal,” ujar Nasim Khan, Rabu (7/10/2026).
Politisi dari PKB ini menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan tol wajib mempertimbangkan berbaga faktor.
Ini mencakup kondisi ekonomi aspek sosial masyarakat, dampak terhadap lingkungan, serta jarak dan karakteristik wilayah yang akan dilalui.
Oleh karena itu, informasi terkait jalur Tol Prosiwangi yang melewati daerah Ijen harus dipastikan berasal dari sumber yang resmi, bukan sekedar dari postingan di media sosial.
Di sisi lain, Nasim menginginkan bahwa daerah Tapal Kuda di Jawa Timur tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas kendaraan, tetapi juga tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi, industri, serta pariwisata.
Ia berpendapat bahwa area Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Jember, sampai Banyuwangi memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Alhamdulillah harapan kita Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Jember, Banyuwangi sekitar, adalah titik tujuan bukan hanya lintasan,” ujarnya.
Dia percaya bahwa penguatan konektivitas antar daerah diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri, sekaligus mempermudah akses menuju berbagai tempat wisata di bagian timur Jawa Timur.
Berbagai destinasi yang disebut memiliki potensi menarik tersebut meliputi Pantai Pasir Putih, kawasan Taman Nasional Baluran dan Pantai Bama, serta Kawah Ijen, Kawah Wurung, Bromo, hingga Watu Ulo.
“Perekonomian, industri, juga wilayah pariwisata di ujung timur yang sangat kaya nuansa juga pilihannya, baik lokal, domestik, maupun internasional,” ungkapnya.
Penulis: Tahnia Landora Carravela Pakpahan
Editor : M. Ainul Budi