Radar Ijen - Warga Dusun Sukosawah, Desa Sukodono, Kecamatan Pujer, Bondowoso, dibuat waswas oleh kondisi jaringan listrik PLN di wilayah mereka.
Sejumlah kabel listrik masih disangga menggunakan bambu dan besi kecil, bahkan beberapa penyangga disebut sudah nyaris roboh.
Kondisi tersebut berada di sekitar RT 5/RW 3 Dusun Sukosawah. Berdasarkan video yang beredar, memang terdapat satu tiang beton PLN di lokasi. Namun, sejumlah jaringan lainnya masih menggunakan tiang besi kecil sebagai penyangga.
Yang lebih mengkhawatirkan, kabel listrik yang melintasi area persawahan hingga jalan umum juga disangga bambu. Beberapa di antaranya terlihat mulai miring dan rawan roboh.
Baca Juga: Tak Cukup Modal Sertifikat, Dinkes Bondowoso Rutin Sidak 68 Dapur Program MBG
Padahal, jalan tersebut merupakan akses yang cukup aktif dilalui warga dan kendaraan, termasuk mobil. Jalur itu juga menjadi akses anak-anak sekolah.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Zainuddin, mengatakan kondisi tersebut membuat warga khawatir. Sebab, kabel melintas di jalur yang digunakan warga untuk beraktivitas setiap hari.
“Mereka melintas di lokasi tersebut pada pagi maupun sore hari, saat hendak belajar,” katanya melalui sambungan telepon.
Kekhawatiran warga terutama menyangkut keselamatan jika penyangga bambu roboh dan kabel listrik jatuh. Terlebih, warga tidak mengetahui secara pasti kondisi kabel maupun tegangan listrik yang melintas di atas mereka.
Baca Juga: Tiga Bulan Absen Ngantor, Direktur PDAM Bondowoso Dikabarkan Mengundurkan Diri
“Saya takut ada tegangan listrik yang membahayakan warga dan anak-anak. Apalagi kita tidak tahu kondisi kabelnya seperti apa,” katanya.
Warga lainnya, Rahmali, mengatakan penyangga dari bambu bahkan beberapa kali roboh. Kondisi itu semakin mengkhawatirkan ketika hujan atau angin kencang melanda wilayah tersebut. Persoalan warga tidak berhenti pada kondisi penyangga.
Tegangan listrik di wilayah itu juga dikeluhkan tidak stabil. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan warga, tegangan disebut berada di kisaran 180 volt.
“Lampu di rumah warga terkadang terlihat redup dan pada waktu tertentu kembali terang. Jadi tidak stabil, sehingga dikhawatirkan mengganggu penggunaan peralatan elektronik rumah tangga,” paparnya.
Warga menyebut persoalan jaringan listrik tersebut bukan masalah baru. Kondisi serupa telah mereka hadapi selama puluhan tahun, tetapi hingga kini belum melihat tindak lanjut perbaikan secara menyeluruh.
Karena itu, warga berharap PLN segera turun melakukan pengecekan dan memperbaiki jaringan di lokasi tersebut. Penyangga yang dinilai tidak layak diharapkan diganti dengan konstruksi tiang jaringan listrik yang sesuai standar.
"Kami berharap segera ada tindakan dari PLN. Ini sudah puluhan tahun belum ada tindak lanjut," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh