Radar Ijen – Ancaman bencana di Bondowoso pada Rabu (7/10) justru lebih mengarah pada kondisi kering. Prakiraan cuaca menunjukkan hampir seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso berada dalam kondisi cerah tanpa potensi hujan.
Situasi tersebut membuat ancaman banjir dan longsor akibat hujan lebat relatif rendah, tetapi membuka potensi lain, terutama kebakaran lahan dan lingkungan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, kondisi cuaca cerah perlu dilihat dari dampaknya terhadap kondisi lapangan.
Baca Juga: LP2B Tembus 44 Ribu Hektare, DPRD Bondowoso Ingatkan Beban PAD Tak Boleh Diabaikan
Ketika hujan tidak turun, vegetasi, semak, maupun material kering di lahan terbuka lebih mudah terbakar apabila terkena sumber api.
“Yang perlu diperhatikan sekarang kondisi keringnya. Kalau ada sumber api, terutama di lahan terbuka atau kawasan yang banyak material kering, api bisa lebih cepat menjalar,” katanya.
Potensi tersebut semakin relevan dengan suhu udara Bondowoso yang diprakirakan mencapai 31 derajat Celsius.
Meskipun belum menunjukkan kondisi ekstrem, suhu tersebut dapat membuat permukaan tanah dan vegetasi lebih cepat kehilangan kelembapan apabila berlangsung berulang tanpa diselingi hujan.
Angin dari arah selatan dengan kecepatan 5–9 kilometer per jam juga dapat membantu pergerakan api ketika kebakaran terjadi.
Baca Juga: Jangan Cuma Larangan, Fraksi Gerindra Dorong Raperda LP2B Bondowoso Lindungi Hak Petani
Kristianto menyebut, kondisi seperti itu membuat kejadian kecil berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas apabila terjadi di kawasan dengan banyak bahan mudah terbakar.
Titik perhatian bukan hanya kawasan hutan, tetapi juga lahan pertanian yang mengering, semak belukar, pekarangan, hingga tumpukan sampah yang berada dekat permukiman.
Di sisi lain, tidak adanya potensi hujan membuat risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor relatif lebih kecil untuk sementara. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Bondowoso terbebas dari ancaman bencana.
Perubahan cuaca tetap bisa terjadi, terlebih prakiraan menunjukkan kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu.“Jadi bukan berarti karena tidak ada hujan kemudian aman dari bencana. Potensinya bergeser. Saat kondisi kering, yang perlu diperhatikan adalah sumber-sumber api dan kondisi lahan yang mudah terbakar,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca cerah diperkirakan terjadi di 23 kecamatan di Bondowoso, dengan kelembapan udara berada pada kisaran 42–89 persen.
Kondisi tersebut menjadikan kebakaran lahan sebagai salah satu potensi yang perlu diwaspadai di tengah dominasi cuaca cerah. BPBD pun tetap memantau perkembangan kondisi lapangan, terutama apabila periode tanpa hujan berlangsung lebih panjang. (faq/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh