Gandeng UI, Disparbudpora Bondowoso Kembangkan Edutourism dan Digitalisasi Situs Megalitikum

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:49 WIB
BERI PENJELASAN: Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan (kiri) memberikan penjelasan temtang koleksi benda megalitik di MTMB kepada perwakilan UI. (DOK DISPARBUDPORA BONDOWOSO)
BERI PENJELASAN: Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan (kiri) memberikan penjelasan temtang koleksi benda megalitik di MTMB kepada perwakilan UI. (DOK DISPARBUDPORA BONDOWOSO)

Radar Ijen - Potensi situs megalitikum Bondowoso tidak hanya diarahkan menjadi destinasi wisata.

Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso bersama Universitas Indonesia (UI)  mendorong warisan megalitik masuk dalam pembelajaran sekaligus dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis teknologi.

Kepala Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan mengatakan, pengembangan tersebut mendapat perhatian dari tim UI, yang sebelumnya datang ke Bondowoso.

Baca Juga: Sejumlah Kendaraan Dinas Roda Dua Milik Pemkab Bondowoso Hilang Tanpa Jejak, BPKAD Turun Tangan

Mereka menilai potensi megalitikum di Bondowoso sangat besar dan perlu dioptimalkan.

Dari hasil diskusi dengan tim UI, pengembangan tidak cukup berhenti pada aspek fisik.

Situs megalitikum perlu dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran, termasuk mengoptimalkan kurikulum muatan lokal dan kegiatan belajar-mengajar di berbagai jenjang pendidikan.

Saat ini, Disparbudpora juga tengah berproses dengan Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan dan Kemenag ntuk menyusun perjanjian kerja sama (PKS).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mengikat sekolah di berbagai jenjang agar lebih mengenal sejarah dan budaya lokal. "Sekarang masih berproses kami dengan tiga lembaga tadi," katanya.

Baca Juga: Jangan Asal Bagikan Makanan! Wabup Bondowoso Minta Pengelola SPPG Selektif Jaga Mutu Gizi Siswa

Selain pembelajaran, teknologi informasi dinilai menjadi kunci untuk mengenalkan kehidupan masyarakat masa lalu kepada generasi muda.

Budi mengatakan, pihaknya mendapat masukan dari tim UI untuk mendigitalkan berbagai informasi mengenai megalit.

Salah satunya dengan memvisualisasikan kehidupan masyarakat pada masa lalu, termasuk fungsi benda-benda megalitik seperti Batu Kenong.

“Dengan visualisasi tersebut, siswa tidak hanya membayangkan kehidupan masyarakat Bondowoso pada masa lalu,” ujarnya.

Menurut Budi, jejaring UI yang luas dinilai dapat mendukung upaya tersebut. Disparbudpora juga siap berbagi data dengan tim UI untuk memperkaya materi dan visualisasi.

Digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat promosi melalui media sosial.

“Potensi megalitikum Bondowoso, diharapkan tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu memberi dampak terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata,” ucapnya.

Baca Juga: Perkuat Branding Kopi Bondowoso, PTPN I Regional 5 Dorong Cerita Kopi Jangkau Pasar Lebih Luas

Selain situs megalitik, kerja sama dengan UI juga akan berlanjut pada sektor pengembangan wisata.

Pengelola wisata diharapkan menyediakan berbagai paket dokumentasi yang lebih modern, misalnya menggunakan drone dan kamera profesional lainnya.

Selain itu, status Ijen Unesco Global Geopark diharapkan tak hanya menjadi branding saja. Namun, benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.

Apalagi setiap empat tahun sekali selalu ada proses revalidasi. “Bagaimana perkembangan setiap tahunnya, Tim dari UI sangat berkeinginan untuk membantu,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
Disparbudpora Bondowoso situs megalitikum universitas indonesia Bondowoso