Kasus DBD dan HIV Bondowoso Turun, Dinkes Fokus Kejar Target Cakupan Imunisasi

Ilham Wahyudi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:28 WIB
PERLU DITINGKATKAN: Sejumlah siswa di Bondowoso menunggu giliran untuk pemeriksaan kesehatan. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
PERLU DITINGKATKAN: Sejumlah siswa di Bondowoso menunggu giliran untuk pemeriksaan kesehatan. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

Radar Ijen - Pengendalian sejumlah penyakit menular di Bondowoso, menunjukkan perkembangan positif.

Kasus demam berdarah dengue (DBD) tahun ini dinilai lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya. Kasus leptospirosis juga tercatat tujuh kasus hingga periode pelaporan saat ini. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr Moch Jasin mengatakan, berbagai upaya pengendalian dan edukasi kepada masyarakat turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Baca Juga: Jembatan Koncer Berusia Puluhan Tahun, DPRD Bondowoso Minta Perbaikan Total Rp 20 M

“Edukasi kepada masyarakat dan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik,” jelasnya.

Perkembangan serupa terlihat pada penemuan kasus HIV. Jika pada tahun sebelumnya kasus positif yang ditemukan mencapai lebih dari 150 kasus, hingga Agustus 2026 jumlahnya tercatat 69 kasus.

Namun, di tengah perkembangan tersebut, Dinkes Bondowoso masih menghadapi pekerjaan rumah dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

Program tersebut menjadi perhatian karena berperan memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Jasin mengimbau masyarakat tidak khawatir membawa anak untuk mendapatkan imunisasi.

Menurutnya, imunisasi telah melalui proses penelitian yang panjang dan menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah penyakit.

Baca Juga: Bikin Resah, tapi Hanya Bisa Pasrah, Kondisi Jembatan Koncer Bondowoso Dikeluhkan Warga

Keberhasilan program kesehatan, lanjut Jasin, juga tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan. Partisipasi masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal.

“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Mungkin manfaatnya tidak langsung dirasakan, tetapi dalam jangka panjang akan sangat berdampak,” pungkasnya. (ham/bud)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
penyakit menular imunisasi Demam Berdarah (DBD) Dinkes Bondowoso Bondowoso