Radar Ijen - Kondisi Jembatan Koncer kian mengkhawatirkan, setelah beban lalu lintas meningkat akibat pengalihan arus dari pembangunan Jembatan Sentong.
Kondisi itu diperparah dengan usia jembatan yang sudah mencapai puluhan tahun, serta belum pernah direnovasi hingga saat ini.
Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat mendorong pembatasan kendaraan berat sekaligus percepatan perbaikan total jembatan.
Baca Juga: Truk Nakal Nekat Menerobos, Jembatan Koncer Bondowoso Kembali Berlubang di Titik Baru
Menurutnya, kapasitas Jembatan Koncer tidak dirancang untuk menahan beban berlebih. Kondisi itu diperparah dengan usia jembatan yang mencapai puluhan tahun.
“Beban yang melewati Jembatan Koncer itu menjadi semakin bertambah. Sedangkan kapasitas jembatan tidak untuk menahan beban yang terlalu berat,” ujarnya.
Usia jembatan, perubahan struktur penopang, serta peningkatan beban kendaraan, membuat kondisi Jembatan Koncer perlu mendapat perhatian serius. Karena itu, Sinung menyebut kendaraan berat perlu dilarang melintas.
Berdasarkan hasil uji kelayakan yang telah dilakukan, kendaraan pribadi dan kendaraan penumpang seperti Elf serta Hiace masih diperbolehkan. Sebaliknya, truk bermuatan tidak diperkenankan melintasi jembatan.
Baca Juga: Akses Utama Terancam Ambruk, Jembatan Koncer Bondowoso Kembali Berlubang dan Rusak
Sinung juga menyoroti pola penanganan Jembatan Koncer, yang selama ini dinilai masih sebatas perbaikan di sejumlah bagian. Menurut dia, kondisi jembatan membutuhkan penanganan menyeluruh.
“Informasinya kebutuhan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk perbaikan total. Kondisi anggaran kita sementara ini, belum bisa dipastikan untuk 2007 mencukupi atau tidak,” jelasnya.
Jembatan yang dibangun 1962 itu, dianggap jembatan vital, penghubung dari Kota Bondowoso ke Koncer, ke Tamanan, ke Pujer, dan sekitarnya.
Kebutuhan anggaran tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak awal. Sinung mendorong Pemkab Bondowoso berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.
“Sejak awal pemerintah kabupaten juga harus sounding-sounding ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” tegasnya.
Menurut Sinung, dukungan Pemprov Jatim juga relevan karena peningkatan beban Jembatan Koncer tidak lepas dari pengalihan arus lalu lintas, akibat pembangunan Jembatan Sentong yang merupakan ranah pemerintah provinsi.
Baca Juga: Breaking News! Jembatan Koncer Bondowoso Kembali Berlubang, Begini Kondisi Terkininya
Selain pembatasan kendaraan, pengawasan di lapangan juga dinilai penting. Terutama pada malam hari ketika masih ada kemungkinan kendaraan menerobos pembatasan.
“Niatan pemerintah bukan menghambat jalur ekonomi, tapi memang karena kondisi jembatan yang sudah sangat rentan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh